Edukasi

Mengenal Benteng-benteng Peninggalan Belanda di Indonesia

132
×

Mengenal Benteng-benteng Peninggalan Belanda di Indonesia

Sebarkan artikel ini
Benteng Belgica/istimewa

PROGRES BENTENG- Benteng-benteng peninggalan Belanda di Indonesia adalah saksi bisu dari masa penjajahan yang lalu. Mereka tidak hanya menjadi struktur fisik, tetapi juga melambangkan sejarah perjuangan yang beragam.

Berikut beberapa peninggalan benteng Belanda di Indonesia, dikutip dari laman Pemkot dan Kemdikbud.

1.Benteng Vredeburg – Yogyakarta

Berdiri di pusat kota Yogyakarta, benteng ini adalah saksi sejarah perjuangan Indonesia melawan penjajah Belanda dan Jepang.

Benteng kompeni ini awalnya diberi nama benteng Rustenburgh bermakna ‘tempat istirahat’.

Kemudian diubah menjadi benteng Vredeburg yang makna ‘perdamaian’ oleh Daendels. Dibangun antara tahun 1760 dan 1787.

2.Benteng Pendem Fort Willem 1 – Semarang

Benteng ini, yang juga dikenal sebagai Fort Willem 1, masih berfungsi sebagai bagian dari Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Ambarawa.

Bagian utara benteng dapat dikunjungi, tetapi bangunan utuhnya hanya dapat dilihat dari sisi tersebut. Ditempati sejak tahun 1844, benteng ini masih mempertahankan bentuk aslinya.

3.Benteng Pendem Van den Bosch – Ngawi

Dibangun selama Perang Diponegoro (1825-1830), benteng ini kini telah direvitalisasi.

Memiliki 510 pintu dan jendela, lebih banyak daripada Lawang Sewu.

Diharapkan akan menjadi destinasi wisata sejarah di Ngawi.

4.Benteng Van der Wijck – Kebumen

Berfungsi selama perang Pangeran Diponegoro, benteng ini terbuat dari batu bata.

Setelah kedaulatan Indonesia diakui, digunakan oleh TNI Angkatan Darat.

Sekarang, menjadi destinasi wisata dengan fasilitas yang beragam sejak tahun 2000.

5.Benteng Fort de Kock – Bukittinggi

Dibangun pada tahun 1830 di Bukittinggi, Sumatera Barat, kini menjadi situs kebun binatang.

Fisik bangunannya sudah tidak ada, tapi ada bangunan bak air dan delapan meriam besi yang masih terjaga.

6.Benteng Barus – Tapanuli Tengah

Situs ini, meskipun kondisinya tidak baik dengan dinding yang retak dan material yang hilang, terletak di Kabupaten Tapanuli Tengah. Memiliki bentuk persegi dengan bastion di sudut utara dan selatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *