News

Hizbullah Serang Israel Bantu Hamas di Perbatasan Utara Israel, Timur Tengah Makin Kacau!

11
×

Hizbullah Serang Israel Bantu Hamas di Perbatasan Utara Israel, Timur Tengah Makin Kacau!

Sebarkan artikel ini
istimewa

PROGRES BENTENG– Israel, yang sedang fokus menyerang Hamas di Gaza, terus dihadang oleh serangan Hizbullah dari Lebanon di perbatasan utaranya.

Meskipun persenjataan roket Hizbullah diyakini lebih kecil dari Hamas, kelompok tersebut melakukan serangan sebagai bentuk solidaritas terhadap Palestina. Pemimpin Hizbullah, Hassan Nasrallah, menggambarkan front Israel sebagai “aktif.”

Namun, dalam serangan balasan Israel, setidaknya 70 pejuang Hizbullah bersama beberapa warga sipil Lebanon tewas. Taktik Hizbullah berkembang mencakup roket dengan hulu ledak 300 kg-500 kg dan drone kamikaze.

Hizbullah mengaku bertanggung jawab atas serangan peluru kendali yang melukai setidaknya dua pekerja perusahaan listrik yang sedang melakukan perbaikan di komunitas perbatasan, menurut Israel. Serangan mortir juga melukai tujuh tentara Israel, sementara roket yang ditembakkan ke arah Haifa tidak menimbulkan korban jiwa.

Israel menanggapi dengan menyerang Hizbullah dan sasaran lainnya di Lebanon, menyalahkan kelompok tersebut dan pemerintah Beirut atas permusuhan. Kepala juru bicara militer Israel, Laksamana Muda Daniel Hagari, menyatakan bahwa meskipun fokus IDF (militer) ada di Gaza, mereka tetap siap di wilayah utara.

“IDF (militer) fokus di Gaza tetapi kami berada pada tingkat kesiapan yang sangat tinggi di wilayah utara. Warga Lebanon akan menanggung akibat dari kecerobohan ini, dan keputusan Hizbullah untuk menjadi pembela Hamas-ISIS,”  kata kepala juru bicara militer Israel, Laksamana Muda Daniel Hagari.seperti dikutip dari Reuters, Senin (13/11/2023).

“IDF mempunyai rencana operasional untuk mengubah situasi keamanan di wilayah utara. Situasi keamanan tidak akan terus berlanjut di mana penduduk wilayah utara tidak merasa aman untuk kembali ke rumah mereka,” tambahnya.

Penduduk Lebanon di perbatasan melarikan diri, menyebabkan pengungsian, mirip dengan kondisi di perbatasan Gaza yang diserang oleh Hamas. Sekitar 250.000 warga Israel menjadi pengungsi internal.

Antonio Guterres, Sekretaris Jenderal PBB, meminta Iran, pendukung Hamas dan Hizbullah, untuk campur tangan. Guterres mengingatkan bahwa jika Hizbullah melancarkan serangan besar-besaran terhadap Israel, Lebanon tidak akan bertahan.

“Anda tidak dapat menciptakan situasi di mana Lebanon akan sepenuhnya dilanda konflik ini, karena jika Hizbullah melancarkan serangan besar-besaran terhadap Israel, hal itu mungkin akan terjadi, saya tidak tahu. Saya tidak tahu dampaknya seperti apa, tapi satu hal yang saya yakini – Lebanon tidak akan bertahan.” kata Guterres.

 

 

sumber: CNBC Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *