EdukasiLingkungan

KNS, CBN hingga BPBD Gelar Sosialisasi Pemilu Cerdas dan Pentingnya Menjaga Alam

40
jaga alam
Sinerginitas KNS, CBN, BPBD Gelar Sosialisasi Pemilu Cerdas dan Jaga Alam

BENTENG, PROGRES.ID – Komunitas Karya Nyata Sosial (KNS), Yayasan Cahaya Bakti Negeri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bengkulu Tengah dan Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan Talang Empat saling bersinergi mengajak siswa-siswi yang berpotensi memilih tahun 2024 mendatang untuk cerdas memilih. Selain itu, juga mengajak siswa untuk cinta dengan lingkungan.

Kegiatan aksi sosial itu digelar di SMAN 6 Air Sebakul Kecamatan Talang Empat Kabupaten Bengkulu Tengah. Kamis (8/12/22) pagi. Materi Awal disampaikan oleh Ketua Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwascam) Talang Empat, Roni Marzuki.

Pada acara tersebut, Roni menjelaskan persyaratan sebagai pemilih di pemilu dan pemilihan (Pilkada). Ia juga menjelaskan larangan curang selama proses pemilu maupun pemilihan.

“Dalam PKPU Nomor 7 Tahun 2022 Pasal 4 syarat memilih itu WNI, Berumur 17 tahun atau lebih, sudah menikah atau pernah menikah serta bukan anggota TNI dan Polri. Tetapi pemilih tidak boleh memilih dua kali, tidak boleh melarang orang untuk memilih, tidak boleh membohongi data diri untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain,” jelas Roni Marzuki.

Usai Ketua Panwascam menyampaikan materi dilanjutkan dengan materi wawasan penanggulangan bencana oleh Kepala BPBD Bengkulu Tengah, Samsul Bahri.

Selanjutnya, Dilanjutkan kajian Al-Quran cinta lingkungan oleh Ustad Cak Fauzan Toher. Kajian nuansa islami itu begitu terasa. Iringan pembacaan ayat suci Al-Quran dan terjemahannya lalu dijelaskan oleh Ustad Cak Fauzan Toher membuat suasana makin dingin untuk cinta tanah air dan lingkungan.

Ketua Komunitas Karya Sosial, Hamzani menjelaskan pohon memiliki sejuta manfaat bagi kelangsungan hidup berbagai makhluk hidup. Namun, beberapa tahun belakangan ini, pesatnya pembangunan menyebabkan banyak pohon ditebang dan dikorbankan.

“Hilangnya satu pohon telah memutus mata rantai kehidupan. Pohon ditebang menyebabkan panas bumi meningkat, jumlah pasokan oksigen semakin berkurang dan tingkat poulusi udara cendrung meningkat. Oleh karena itu, kita bersama mengajak siswa dan semua pihak untuk mencintai lingkungan dengan menanam pohon dan menjaga pohon,” pungkas Hamzani.

Tim sosialisasi disambut baik oleh pihak sekolah dan siswa. Menariknya, usai rangkaian acara dilanjutkan dengan penanaman pohon bersama guru dan siswa di lingkungan sekolah. (hdn)

Exit mobile version