Politik

Mengenal Torpedo Super Canggih Surface and Underwater (SUT) dan Black Shark dari Kapal Selam Terbaik Indonesia

63
×

Mengenal Torpedo Super Canggih Surface and Underwater (SUT) dan Black Shark dari Kapal Selam Terbaik Indonesia

Sebarkan artikel ini
Torpedo Black Shark. Dok. Leonardo

PROGRES BENTENG– Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) telah menggelar latihan penembakan torpedo Surface and Underwater (SUT) dan Black Shark melalui dua kapal selam Koarmada II, yaitu KRI Cakra 401 dan KRI Alugoro-405, pada tanggal 18-21 Oktober 2023.

Dikutip dari laman Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP), Selasa (17/10/23), torpedo SUT buatan PT Dirgantara Indonesia (Persero) ini merupakan produk lisensi Allgemeine Elektrizitäts-Gesellschaft yang berbasis di Jerman.

Dengan berat hulu ledak 260 kg, torpedo SUT mampu menjangkau sasaran dengan jarak tembak efektif maksimal 40 km.

Torpedo ini dirancang untuk menghadapi target kapal selam dan kapal permukaan. Tidak hanya dapat diluncurkan dari kapal selam dengan metode swim-out, tapi juga bisa dari kapal permukaan dengan metode pneumatic push-out.

Ciri khususnya adalah kabel sebagai pemandu ketarget yang dituju, memberikan data akustik untuk mengendalikan arah tujuan torpedo, dan berfungsi sebagai penangkal jamming karena datalink dipandu dua arah.

Torpedo SUT digerakkan dengan motor listrik, dengan tingkat kebisingan rendah. Setelah torpedo dirasa aman dari reduksi jamming sonar lawan, kabel akan terlepas dan kendali diambil alih secara mandiri oleh data prosesor yang ada di dalamnya.

Sementara itu, torpedo Black Shark, buatan Whitehead Sistemi Subacquei (WASS), Finmeccanica Company, Italia, merupakan torpedo heavyweight standar NATO yang aktif beroperasi sejak 2004. Torpedo ini mampu menjangkau target jarak jauh dengan jarak luncur ideal hingga 50 km serta kecepatan maksimum 50 knots.

Black Shark dapat diatur sesuai kebutuhan operasi dan jenis sasaran yang ingin dihantam, dengan kecepatan hingga 52 knots untuk jarak luncur 22 km, atau hingga 90 km dengan kecepatan menurun menjadi 12 knots.

Torpedo ini memiliki kemampuan dual purpose, digunakan untuk menghantam kapal selam dan kapal permukaan, serta menjalani misi anti kapal selam.

Operasionalnya sangat ideal di perairan dangkal maupun dalam, dan dibekali dengan hulu ledak powerful explosive charges yang diaktifkan oleh gelombang akustik dan efek tabrakan. Pasokan tenaga Black Shark berasal dari desain baru advanced lithium polymer rechargeable battery.

 

sumber: indonesiadefense.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *