Politik

Kim Jong Un Serukan Korea Utara Pasang Ancang-ancang Siap Bertempur

172
×

Kim Jong Un Serukan Korea Utara Pasang Ancang-ancang Siap Bertempur

Sebarkan artikel ini
pemimpin Korea Utara,Kim Jong Un/ Reuters

PROGRES BENTENG– Seperti dilansir dari kantor berita Korut, KCNA, pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menyerukan kepada pasukan militernya untuk bersiap perang guna menghadapi setiap tindakan provokasi yang dilakukan oleh musuh.

Kim Jong Un menyerukan hal itu pada Kamis (30/11/2023) saat mengunjungi markas angkatan udara Korut.

Menurut KCNA, Kim Jong Un meminta militer meningkatkan kesiagaan dan kemampuannya untuk bertempur dan berperang secara penuh.

“Dia menetapkan kebijakan operasional dan taktis untuk melawan provokasi militer dan ancaman musuh dengan segera dan kuat,” lapor KCNA, seperti dikutip Reuters, Jumat (1/12/2023).

Selain itu Kim juga melakukan kunjungan ke bagian sayap tempur, di mana para pilot tengah melakukan pertunjukan dan aksi penerbangan.

“Sepenuhnya siap untuk melaksanakan misi tempur udara mereka dengan sempurna dalam situasi yang tidak menguntungkan”, demikian puji Kim Jong Un buat angkatan udara Korut seperti dilaporkan KCNA.

Seruan ini usai Pyongyang bersumpah untuk mengerahkan angkatan bersenjata yang lebih kuat serta persenjataan baru di sepanjang perbatasan dengan Korea Selatan.

Ketegangan yang terjadi di semenanjung Korea belakangan cenderung meningkat, terutama setelah Korut bulan lalu meluncurkan satelit mata-mata yang mendapat kecaman keras oleh Korea Selatan dan Amerika Serikat.

Korea Selatan hingga menangguhkan sebagian perjanjian militer antar-Korea yang dicapai pada 2018. Perjanjian itu untuk mengurangi tensi ketegangan militer masing-masing negara.

Merespons aksi Korea Selatan, Pyongyang pun membatalkan sepenuhnya kesepakatan tersebut. Korut menegaskan tidak lagi terikat dengan pakta tersebut.

Di sisi lain, menurut AS, peluncuran satelit mata-mata Korut telah melanggar beberapa resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Menanggapi hal itu, Korea Utara merespon dengan menyatakan akan meluncurkan lebih banyak satelit. Korea Utara mengklaim hal itu dilakukan sebagai bentuk hak untuk membela diri.

Pada Kamis (30/11/2023 ), AS menargetkan Korea Utara dengan pemberian sanksi baru sebagai respon peluncuran satelit ini.

Sementara Korea Selatan juga mengumumkan sanksi lainnya terhadap 11 warga Korea Utara, termasuk menangguhkan tur Zona Demiliterisasi (DMZ) antara kedua negara, seperti dilansir dari CNN Indonesia.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *