Teknologi

Jelang Lebaran Waspada Berbagai Taktik Baru Penjahat Online

×

Jelang Lebaran Waspada Berbagai Taktik Baru Penjahat Online

Sebarkan artikel ini
ilustrasi penjahat online/istimewa

PROGRES BENTENG– Di era digital ini, penipuan secara online semakin menjadi ancaman serius, terutama menjelang momen-momen penting seperti Lebaran.

Baru-baru ini, sebuah kasus penipuan mengejutkan muncul melalui media sosial Instagram, mengingatkan kita akan kompleksitas modus operandi para penjahat daring.

Seperti dilansir dari CNBC Indonesia, seorang netizen, melalui akun @terang_media, berbagi kisah menyeramkan ketika anaknya tiba-tiba menerima transfer uang sebesar Rp 20 juta tanpa diketahui asalnya.

Pada hari berikutnya, seorang yang diduga penipu menelepon, mengklaim bahwa uang tersebut adalah hasil dari kesalahan transfer, dan meminta untuk dikembalikan.

Sang korban, tanpa curiga, pergi ke bank untuk memproses pengembalian. Namun, petugas bank memperingatkannya bahwa uang tersebut bukanlah hasil dari kesalahan transfer, melainkan dari pinjaman online.

Ini adalah modus baru di mana penjahat mencuri data untuk melakukan transaksi pinjaman online, yang jika berhasil, akan membuat korbannya terjebak dalam utang.

Modus penipuan semakin berkembang, dengan penjahat memanfaatkan berbagai platform dan teknik untuk menipu korbannya.

Salah satunya adalah melalui WhatsApp, di mana penipu sering mengirimkan file APK yang tampaknya tidak berbahaya, namun sebenarnya berisi aplikasi berbahaya yang bisa meretas perangkat korban.

Ini adalah bentuk phising modern di mana penjahat berharap untuk mendapatkan akses ke perangkat korban untuk mencuri data pribadi atau keuangan.

Selain itu, ada beberapa modus penipuan lain yang patut diwaspadai, antara lain:

1.Modus Kurir:

Penipu menyamar sebagai kurir dari perusahaan pengiriman terkenal dan mengirimkan lampiran berupa file APK. Jika file tersebut diunduh, korban bisa kehilangan uang dan data pribadi.

2.File Undangan Nikah:

Penipu mengirimkan undangan pernikahan dalam bentuk file APK, yang sebenarnya berisi aplikasi berbahaya.

3.Surat Tilang Palsu:

Penipu mengirimkan surat tilang palsu dalam bentuk file APK, yang jika diunduh bisa membahayakan perangkat korban.

4.Catut MyTelkomsel:

Penipu mengirimkan file APK yang mengatasnamakan aplikasi MyTelkomsel, dengan tujuan meretas perangkat korban.

5.Pengumuman dari Bank:

Penipu mengirimkan pengumuman palsu dari bank, yang jika diikuti linknya bisa mencuri data korban.

6.Undangan VCS:

Penipu menghubungi korban melalui WhatsApp dan mengajaknya melakukan video call seksual (VCS), dengan tujuan memeras korban.

Selain itu, terdapat juga metode penipuan menggunakan kode QR yang semakin populer. Penjahat menggunakan quishing, kombinasi phishing dan QR code, untuk mencuri informasi pribadi korban.

Untuk menghindari jebakan penipuan ini, penting untuk tetap waspada dan mengikuti beberapa langkah pencegahan:

  1. Jangan pernah mengunduh file APK dari sumber yang tidak dipercaya.
  2. Jangan tergoda untuk membuka file atau mengklik tautan dari pengirim yang tidak dikenal.
  3. Aktifkan autentikasi dua faktor pada semua akun Anda.
  4. Waspadai QR code yang ditemui di tempat umum atau dari sumber yang tidak jelas.

Dengan meningkatkan kesadaran dan mengikuti langkah-langkah keamanan yang tepat, kita dapat mengurangi risiko menjadi korban penipuan daring.

Semoga informasi ini bermanfaat dan dapat membantu kita semua tetap aman di dunia digital yang semakin kompleks ini.

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *