Teknologi

8 Aplikasi dengan Nama Unik Bernada Seksualitas yang Menarik Perhatian dan Kontroversi!

×

8 Aplikasi dengan Nama Unik Bernada Seksualitas yang Menarik Perhatian dan Kontroversi!

Sebarkan artikel ini
ilustrasi

PROGRES BENTENG– Belakangan ini, ranah sosial media dihebohkan dengan nama aplikasi milik pemerintah daerah yang menggunakan akronim bernada seksualitas.

Salah satu yang paling menyedot perhatian adalah SiPEPEK dari Pemkab Cirebon dan beberapa nama aplikasi nyeleneh lainnya.

1. SiPEPEK – Administrasi Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial

Aplikasi SiPEPEK milik Pemkab Cirebon adalah singkatan dari Administrasi Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial. Aplikasi ini dirilis oleh Dinas Sosial Kabupaten Cirebon untuk mempermudah masyarakat dalam mengurus administrasi bantuan sosial.

Kepala Dinas Sosial, Dra. Indra Fitriani MM, menjelaskan bahwa penggunaan nama “pepek” adalah bentuk kecintaan terhadap bahasa daerah, di mana dalam bahasa Cirebon berarti “lengkap” atau “semuanya ada”.

Namun, kata ini memiliki konotasi berbeda di wilayah lain, yang menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), berarti “kemaluan perempuan”.

2. Simontok – Sistem Monitoring Stok dan Kebutuhan Pangan Pokok

Simontok adalah aplikasi milik Pemerintah Kota Solo yang digunakan untuk monitoring stok dan kebutuhan pangan di wilayah Surakarta.

Aplikasi ini menyajikan data 21 komoditas pangan seperti beras, jagung, kedelai, telur, ikan, dan bawang putih.

Meski bermanfaat, nama “montok” dalam KBBI berarti “gemuk berisi”, yang juga merujuk pada bentuk tubuh yang besar dan berisi.

3. Sisemok – Sistem Informasi Organisasi Kemasyarakatan

Sisemok adalah aplikasi dari Pemkab Pemalang yang digunakan untuk melayani masyarakat dalam pengajuan terkait partai politik, ormas, dan yayasan.

Aplikasi ini dirancang untuk mempercepat proses pelayanan tanpa kontak langsung, terutama selama masa pandemi Covid-19.

Kata “semok” dalam KBBI berarti “kembung” atau “gembong”, dan dapat merujuk pada pipi yang gemuk.

4. SISKA KU INTIP – Sistem Integrasi Kelapa Sawit-Sapi Berbasis Kemitraan Usaha Ternak Inti-Plasma

Aplikasi ini dikembangkan oleh Dinas Perkebunan dan Peternakan Kalimantan Selatan untuk meningkatkan pendapatan peternakan dan perkebunan, khususnya komoditas sawit dan sapi potong.

Nama ini cukup nyeleneh karena “Siska” dikaitkan dengan nama pemeran video porno, sementara “intip” dalam KBBI berarti “melihat dengan cara sembunyi-sembunyi”.

5. SiCantik – Sistem Pencatatan Kehadiran & Kinerja

SiCantik adalah aplikasi milik Pemkab Bogor yang digunakan untuk mencatat kehadiran dan kinerja ASN di wilayah Kabupaten Bogor.

Kata “cantik” dalam KBBI berarti “molek” dan “elok”, biasanya digunakan untuk merujuk pada wajah perempuan yang menarik.

6. Siganteng – Sistem Informasi Ketenagalistrikan Jawa Tengah

Siganteng adalah aplikasi dari Pemprov Jawa Tengah untuk mengajukan perizinan terkait ketenagalistrikan. Kata “ganteng” dalam KBBI berarti “tampan”, yang merujuk pada penampilan laki-laki yang elok dan gagah.

7. Sithole – Sistem Informasi Konsultasi Hukum Online Pengadilan Negeri Semarang

Sithole adalah aplikasi yang digunakan untuk layanan umum secara online, seperti mengajukan pertanyaan melalui teks, panggilan suara, atau panggilan video.

Nama ini mengundang perhatian karena mirip dengan kata dalam bahasa Inggris yang berarti “lubang anus”, meski dalam bahasa Jawa “tole” merujuk pada anak laki-laki.

8. i-Pubers – Integrasi Pupuk Bersubsidi

Aplikasi i-Pubers adalah milik Kementerian Pertanian yang bekerja sama dengan PT Pupuk Indonesia (Persero) untuk mengoptimalisasi penyaluran pupuk bersubsidi.

Nama ini terbilang unik karena mirip dengan kata “pubertas”, yang dalam KBBI berarti masa akil balig atau remaja.

Meskipun nama-nama aplikasi ini terkesan nyeleneh, namun mereka tetap memiliki tujuan dan fungsi yang jelas untuk mempermudah pelayanan kepada masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *