Politik

Sinopsis Film Petualangan Cinta Nyi Blorong: Dendam, Kutukan, dan Cinta yang Menyentuh

20
×

Sinopsis Film Petualangan Cinta Nyi Blorong: Dendam, Kutukan, dan Cinta yang Menyentuh

Sebarkan artikel ini
Sinopsis Film Petualangan Cinta Nyi Blorong/istimewa

PROGRES BENTENG– Film “Petualangan Cinta Nyi Blorong” adalah salah satu karya sinema Indonesia yang dirilis pada tahun 1986. Disutradarai oleh Sisworo Gautama dan dibintangi oleh Suzanna dan George Rudy,

film ini memiliki sejarah unik dalam industri perfilman Indonesia. Film ini menjadi perdebatan di masyarakat karena berbagai kontroversi yang melibatkan adegan sadisme dan pornografi yang menyebabkannya dilarang diputar di seluruh Lampung.

Meskipun kontroversial, film ini memiliki cerita yang menarik dan sejarahnya dalam perkembangan perfilman Indonesia.

Sinopsis Film “Petualangan Cinta Nyi Blorong”:

Film ini berkisah tentang Burhan (diperankan oleh Advent Bangun), seorang pria yang sangat ingin cepat kaya. Ia mencoba untuk mengawini putri dari direktur tempatnya bekerja, tetapi usahanya gagal. Setelah kegagalan tersebut, Burhan memutuskan untuk meninggalkan segalanya dan pergi mengembara. S

Saat dalam perjalanan, ia berkenalan dengan seorang dukun yang memiliki ilmu hitam dan terkena kutuk dari Nyi Blorong (diperankan oleh Suzanna).

Dukun tersebut memanfaatkan Burhan untuk membalas dendam kepada Nyi Blorong. Dalam perjalanannya, Burhan berhasil menancapkan tusuk konde di kepala Nyi Blorong, mengubahnya menjadi ular dan membuatnya tidak dapat kembali lagi menjadi sosok Nyi Blorong yang sejati.

Ular tersebut kemudian diambil oleh Johan (diperankan oleh George Rudy), seorang pemuda penyayang binatang, yang memiliki pacar bernama Susi (juga diperankan oleh Suzanna).

Johan merawat ular tersebut tanpa mengetahui bahwa itu adalah Nyi Blorong yang terkutuk. Namun, suatu saat, tusuk konde yang menancap di kepala ular tersebut berhasil dicabut, dan Nyi Blorong kembali menjadi dirinya yang sejati.

Ketika Burhan ditugaskan untuk menangkap Nyi Blorong sekali lagi, ia malah menangkap Susi, yang memiliki wajah yang serupa dengan Nyi Blorong. Nyi Blorong akhirnya menyelamatkan Susi secara lengkap dan mendetil, membawa cerita film ini ke puncak ketegangan dan konflik yang menarik.

Meskipun kontroversi yang melibatkan aspek sadisme dan pornografi, “Petualangan Cinta Nyi Blorong” tetap menjadi bagian dari sejarah perfilman Indonesia. Film ini menciptakan perdebatan tentang batasan-batasan dalam seni perfilman dan menjadi sebuah contoh kontroversial yang tetap dikenang dalam industri film Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *