Otomotif

Memahami Dunia Aki Kendaraan, Kenali 5 Perbedaan Antara Aki Kering dan Aki Basah

79
×

Memahami Dunia Aki Kendaraan, Kenali 5 Perbedaan Antara Aki Kering dan Aki Basah

Sebarkan artikel ini
aki basah/istimewa

PROGRES BENTENG– Aki, bagian vital dalam dunia kendaraan. Mengapa begitu? Karena aki bertugas memberi daya kepada setiap elemen kelistrikan di mobil.

Di pasaran, terdapat dua varian aki yang umum: aki kering dan aki basah. Namun, sayangnya, sebagian pemilik mobil belum paham betul perbedaan di antara keduanya.

Jika Anda berniat mengganti aki mobil, penting untuk memahami perbedaan mendasar antara aki kering dan aki basah. Simak penjelasannya di artikel ini.

Perbedaan Esensial Aki Kering dan Aki Basah di Kendaraan

Berikut adalah beberapa perbedaan signifikan antara keduanya, seperti dilansir dari Auto 2000:

1.Isi dalam Aki

Aki basah berisi cairan belerang atau sulfuric acid. Sementara aki kering, atau yang dikenal sebagai Maintenance Free Battery, memiliki cairan elektroda yang tersimpan dalam bentuk gel.

Meski disebut aki “kering”, namun sebetulnya terdapat gel cairan di dalamnya yang tersegel rapat. Sehingga, ketika aki kering dimiringkan, gel cairan tidak akan tumpah.

2.Perawatan yang Lebih Mudah pada Aki Kering

Kelebihan aki kering terletak pada perawatannya yang minim. Anda tidak perlu secara rutin mengisi air aki seperti pada aki basah.

Sementara pada aki basah, Anda memerlukan perawatan ekstra dengan mengganti cairan aki secara teratur. Jika tidak diisi ulang, mobil Anda berpotensi mogok.

3.Perihal Harga

Dari segi harga, aki basah cenderung lebih terjangkau daripada aki kering. Di beberapa platform e-commerce, harga aki basah untuk mobil berkisar antara Rp 500 ribu hingga Rp 700 ribu.

Sementara aki kering memiliki harga yang lebih tinggi, berkisar antara Rp 600 ribu hingga Rp 900 ribu. Namun, perbedaan harga ini juga dipengaruhi oleh merek dan kapasitas aki.

4.Kemudahan Perbaikan Aki Basah

Salah satu alasan harga aki basah lebih rendah adalah kemudahannya untuk diperbaiki. Jika terjadi kerusakan, aki basah bisa dibongkar dan diperbaiki dengan relatif mudah.

Sebaliknya, aki kering memerlukan penggantian keseluruhan jika mengalami kerusakan. Dengan harga aki kering yang lebih mahal, perbaikan akan lebih memakan biaya.

5.Stabilitas Tegangan Aki Kering

Meskipun lebih mahal, aki kering menggunakan teknologi lebih modern. Ini terbukti dari stabilitas tegangan aki kering yang lebih baik dibandingkan aki basah. Bahkan ketika tegangannya menurun, aki kering masih dianggap stabil untuk penggunaan.

Aki basah memang muncul lebih awal dibandingkan aki kering. Namun, dengan kemajuan teknologi, banyak produsen mobil kini beralih ke penggunaan aki kering untuk kendaraan terbaru mereka.

Demikianlah kelima perbedaan mendasar antara aki kering dan aki basah. Semoga dapat membantu Anda yang bingung dalam memilih jenis aki yang tepat untuk kendaraan Anda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *