Hiburan

Tawa di Tengah Teror, Sinopsis Film Pocong Keliling dan Kisah Komedi Horor di Kampung

Sinopsis Film Pocong Keliling /istimewa

PROGRES BENTENG– Film horor komedi “Pocong Keliling,” garapan sutradara Viva Westi, menghiasi layar lebar Indonesia pada 8 Juli 2010. Dibintangi oleh Catherine Wilson dan Indah Kalalo, film ini menggabungkan elemen horor dengan humor dalam suasana kampung yang kacau balau.

Sinopsis

Kisahnya berpusat di sebuah kompleks perumahan di tengah kampung yang tiba-tiba dilanda kepanikan karena desas-desus keberadaan pocong. Setiap malam, pocong misterius tersebut mengagetkan warga dengan mengetuk pintu rumah demi rumah. Kecemasan ini menciptakan berbagai masalah bagi para penghuni kompleks tersebut.

Pak Jamal (diperankan oleh Reza Keleng) dan istrinya, Astrid (diperankan oleh Indah Kalalo), merasa frustrasi karena rumah-rumah mereka di kompleks tidak kunjung terjual akibat kehebohan pocong tersebut. Sementara itu, urusan terlarang antara Pak Jamal dan tetangganya, Barbara (diperankan oleh Catherine Wilson), menjadi kacau balau karena situasi yang tak terduga.

Di sisi lain, ada pasangan baru di kompleks, Rommy dan Angel, yang selalu gagal menikmati malam pertama pernikahan mereka karena ketakutan akan kedatangan pocong. Tak ketinggalan, ada pula sejumlah orang yang berusaha memanfaatkan kehebohan pocong keliling tersebut.

Monique, seorang reporter TV, dan kameramannya yang setia, Akbar, berusaha keras untuk meliput berita ini secara langsung dan mendapatkan rekaman pocong secara live. Bagi mereka, inilah satu-satunya cara agar tidak dipecat dari pekerjaan mereka. Di tengah gemuruh itu, muncul pasangan pencuri kocak, Bombay dan Asbun, yang dengan segala cara mencoba mengambil keuntungan dari situasi yang menghebohkan tersebut.

Dengan kekacauan yang terus bertambah, film ini menghadirkan komedi yang segar namun tetap menyajikan ketegangan horor dalam setting kampung yang khas. Dengan detail yang mengundang tawa, Pocong Keliling menjadi sebuah kisah unik yang menyelipkan pesan humor di balik kengerian yang menghantui.

Exit mobile version