Hiburan

Sinopsis Film Satria Bambu Kuning, Legenda Pertempuran dan Pembalasan Dendam

178
×

Sinopsis Film Satria Bambu Kuning, Legenda Pertempuran dan Pembalasan Dendam

Sebarkan artikel ini
Sinopsis Film Satria Bambu Kuning/istimewa

PROGRES BENTENG– Film laga Indonesia tahun 1986, “Satria Bambu Kuning,” menjadi simbol pertarungan, latihan, dan semangat balas dendam yang tak kenal lelah.

Disutradarai oleh M. Sharieffudin A dan diperankan oleh Advent Bangun serta Enny Beatrice, film ini mengisahkan kisah penuh intrik dan keberanian.

Sinopsis:

Cerita dimulai dengan Lila (diperankan oleh Lia Hadi) dan neneknya yang menjadi korban ulah anak buah Ki Bagus (diperankan oleh Dadang Iskandar).

Di tengah kekacauan itu, muncullah Rengga (diperankan oleh Advent Bangun), yang dengan gagah berani membebaskan Lila dan menghancurkan para musuh.

Kehidupan Rengga sendiri telah dirusak oleh Ki Bagus yang juga telah membunuh orangtua Rengga, memisahkan dia dari adiknya, Dina (diperankan oleh Enny Beatrice).

Tanpa mereka sadari, keduanya, kakak-beradik tersebut, tengah memburu musuh yang sama, diikat oleh niat balas dendam.

Meskipun tanpa kesadaran, perjalanan mereka membawa mereka ke wilayah yang sama, di mana takdir mempertemukan mereka di akhir film untuk mengakhiri kejahatan Ki Bagus.

Kisah ini menjadi perjalanan emosional bagi Rengga dan Dina, yang terpisah namun terusik oleh dendam yang sama.

Pertarungan mereka bukan hanya melawan musuh luar, tetapi juga dengan masa lalu dan perasaan mereka sendiri.

Pertemuan akhir di tengah medan pertempuran membawa titik puncak di mana mereka menemukan kesatuan dalam tujuan mereka, menghadapi Ki Bagus.

Satria Bambu Kuning” bukan hanya tentang pertarungan fisik, tetapi juga menggali sisi emosional karakter-karakter utamanya.

Dalam dunia yang penuh kekerasan, mereka menemukan kekuatan sejati dalam persaudaraan dan tekad yang kuat.

Film ini mempersembahkan pesan tentang keberanian, kesetiaan, dan kekuatan yang tersembunyi dalam diri manusia.

Pertarungan akhir menjadi simbol penyatuan hati dan tujuan mereka, mengakhiri masa lalu yang penuh dengan kegelapan. Dalam kekuatan persatuan, mereka menyelesaikan sebuah perjalanan panjang yang membawa kesimpulan yang mendalam.

Dalam alur yang penuh dengan aksi dan emosi, “Satria Bambu Kuning” menggambarkan kisah perjuangan yang menyentuh hati, di mana keberanian dan tekad menjadi kunci untuk menghadapi ketidakadilan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *