Hiburan

Gadis Kretek: Kisah Cinta yang Mengguncang Era 1960-an dalam Serial Netflix Terbaru!

102
×

Gadis Kretek: Kisah Cinta yang Mengguncang Era 1960-an dalam Serial Netflix Terbaru!

Sebarkan artikel ini
sinopsis film gadis kretek/istimewa

PROGRES BENTENG– Siapa di sini yang sudah menonton dan masih belum bisa move on dari serial epik berdurasi 5 jam dengan 5 episode ini? Ditambah dengan soundtrack yang ciamik dan memukau.

Gadis Kretek,” serial orisinal terbaru dari layanan streaming Netflix, telah mencuri perhatian penonton Indonesia. Cerita ini membawa kita ke era 1960-an, mengisahkan kisah cinta sepasang kekasih di tengah gemerlap industri kretek.

Dibintangi oleh para aktor dan aktris ternama seperti Dian Sastrowardoyo, Ario Bayu, Arya Saloka, Putri Marino, Pritt Timothy, Ibnu Jamil, Sheila Dara Aisha, Tissa Biana, Sha Ine Febriyanti, Rukman Rosadi, Verdi Solaiman, dan masih banyak lagi.

Disutradarai oleh Kamila Andini dan Ifa Isfansyah, “Gadis Kretek” telah dapat dinikmati di Netflix sejak 2 November lalu.

Fakta menarik dari serial ini:

1.Diadaptasi dari novel terkenal karya Ratih Kumala yang terinspirasi dari kisah keluarganya. Proses pembuatan novel berlangsung selama 4 tahun, dan Ratih turut menulis skenario selama 2 tahun untuk mewujudkan serial ini.

2.Duet perdana pasangan suami istri Kamila Andini dan Ifa Isfansyah sebagai sutradara. Keduanya adalah sutradara terkemuka Indonesia yang membawa visi feminin oleh Kamila dan maskulinitas oleh Ifa, memberikan kedalaman pada serial ini.

3.Menjadi serial orisinal pertama Indonesia yang diproduksi langsung oleh Netflix.

4.Menampilkan latar tahun 1960-an dengan lebih dari 100 set yang dibangun di 20 lokasi berbeda untuk menciptakan suasana yang lebih nyata.

5.Museum Kretek di Kudus, Jawa Tengah, menjadi salah satu lokasi syuting. Pencarian asal-usul kretek dimulai dari sini, dan museum ini menjadi satu-satunya museum rokok di Indonesia dengan 1195 koleksi.

6.Backsound atau lagu-lagu dalam serial ini menggunakan lagu-lagu lawas yang diaransemen ulang oleh musisi Indonesia. Lagu-lagu era 1960-an, seperti “Kala Sang Surya Tenggelam” karya Chrisye yang dinyanyikan ulang oleh Nadin Amizah, membangun suasana yang kental dari masa lalu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *