Gaya Hidup

Jamu, Jadi Warisan Budaya Tak Benda UNESCO: Ini Manfaatnya!

55
×

Jamu, Jadi Warisan Budaya Tak Benda UNESCO: Ini Manfaatnya!

Sebarkan artikel ini
jamu,Warisan Budaya Tak Benda UNESCO/istimewa

PROGRES BENTENG– Pada Rabu, 6 Desember 2023, Budaya Sehat Jamu secara resmi diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) ke-13 dari Indonesia yang masuk ke dalam daftar Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO).

Penetapan ini terjadi dalam sesi sidang ke-18 Intergovernmental Committee for the Safeguarding of the Intangible Cultural Heritage di Kasane, Republik Botswana.

Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek), Hilmar Farid, menyampaikan kabar ini.

“Kabar gembira dari sidang Intergovernmental Committee for the Safeguarding of the Intangible Cultural Heritage UNESCO yang berlangsung di Botswana. Selamat untuk Indonesia,” tulis Hilmar melalui akun Instagram resminya (@hilmarfarid), (7/12/2023).

Sebelumnya, Indonesia telah berhasil mencatatkan 12 Warisan Budaya Takbenda Dunia UNESCO, seperti Wayang (2008), Keris (2008), Batik (2009), dan lainnya.

Jamu, dalam konteks ini, adalah ramuan turun-temurun tradisional dalam bentuk minuman yang berasal dari tumbuhan atau rempah-rempah.

Kata “Jamu” berasal dari bahasa Jawa Kuno, yakni “Jampi” atau “Usodo,” yang berarti penyembuhan menggunakan ramuan, doa, atau ajian. Sampai saat ini, jamu dianggap aman dan memiliki beragam manfaat bagi kesehatan.

Menurut laman resmi Kemendikbud Ristek, jamu telah terbukti bermanfaat dalam meningkatkan daya tahan tubuh, mencegah penyakit, menjaga kesehatan, membantu pemulihan fisik, menjaga kebugaran tubuh, dan bahkan berdampak pada kecantikan.

Riset Tumbuhan Obat dan Jamu (Ristoja) oleh Balai Besar Litbang Tanaman Obat dan Obat Tradisional menghasilkan database pengetahuan etnofarmakologi.

Ini berupa informasi sebanyak 33 ribu ramuan obat tradisional dari 2.800 spesies tumbuhan obat yang telah terbukti secara empiris menjaga kesehatan masyarakat.

Tak hanya itu, pada tahun 2015, Kementerian Kesehatan telah meluncurkan Gerakan Nasional Bugar dengan Jamu (Gernas Bude Jamu) dengan tujuan menjaga kesehatan masyarakat.

Dengan penetapan Budaya Sehat Jamu sebagai bagian dari Warisan Budaya Takbenda UNESCO, pengakuan ini memberikan sorotan baru pada kekayaan budaya Indonesia serta memperlihatkan manfaat besar dari jamu sebagai warisan yang tidak hanya kaya akan sejarah, tetapi juga mengandung nilai kesehatan bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *