Berita UtamaEkonomi dan Bisnis

Harga Getah Karet di Bengkulu Tengah Tembus Rp 23 Ribu Per Kg

×

Harga Getah Karet di Bengkulu Tengah Tembus Rp 23 Ribu Per Kg

Sebarkan artikel ini
petani karet
Dua petani karet di Bengkulu Tengah saat hendak berangkat ke kebun dan berbincang sejenak di jalan (Foto: Hendri/PROGRES.ID)

BENTENG, PROGRES.ID – Harga getah karet di tingkat pabrik di Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) menembus Rp 23 Ribu per Kg. Jika dibanding tahun 2021 lalu, harga getah karet ini sudah melambung 100 Persen lebih.

petani karet
Dua petani karet di Bengkulu Tengah saat hendak berangkat ke kebun dan berbincang sejenak di jalan (Foto: Hendri/PROGRES.ID)

Tingginya harga getah karet ini karena memang produksinya yang turun dibanding tahun lalu. Sementara permintaan pasar semakin tinggi. Setidaknya ada dua pabrik karet di Benteng, yakni PT Batanghari Bengkulu Pratama (BBP) dan PT Bukit Angkasa Makmur (BAM) yang membeli dengan harga tersebut.

Sekretaris Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Provinsi Bengkulu Rusbandi berujar, tingginya harga beli karet oleh pabrik dipengaruhi beberapa hal, diantaranya kontrak jual beli dengan luar negeri.

“Ada beberapa hal yang mempengaruhi kenaikan harga getah karet ini, diantaranya kontrak dengan negara luar negeri seperti Jepang dan Amerika yang harus dipenuhi. Permintaan yang tinggi ini, ternyata tidak berimbang dengan produksi getah karet kita, terutama di Provinsi Bengkulu. Bahkan cenderung menurun,” ujar Rusbandi.

Rusbandi menambahkan, bahan baku karet pada tahun 2020 lalu mencapai 38 ribu ton dalam setahun. Kemudian tahun 2021 menurun jadi 24 ribu ton saja setahun. driver booster 5 pro key

“Data kami menunjukkan bahwa ada penurunan produksi getah karet yang cukup tinggi. Dari 38 ribu ton setahun pada 2020, jadi 24 ribu ton saja pada 2021,” imbuhnya.

Menurut Rusbandi, penyebab turunnya produksi getah karet ini adalah banyak pemilik kebun karet beralih menanam sawit. avg pc tuneup 2017 serial key

“Karena harganya dulu rendah dan dianggap tidak menjanjikan banyak perusahaan perkebunan dan masyarakat yang beralih ke sawit,” ucap Rusbandi.(hdn) google earth pro crack

 

Baca berita dan artikel lainnya dari Progres.id di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *