Warga 8 Desa di Kabupaten Bengkulu Tengah Gugat BPN Provinsi Bengkulu

Januari 25, 2019

proses sidang gugatan(Foto: Hendry/PROGRES BENTENG)

PROGRES.ID,BENTENG– Warga dari 8 (Delapan) desa di Kabupaten Bengkulu Tengah(Benteng) melakukan gugatan ke Badan Pertanahan Nasional(BPN) Provinsi Bengkulu. Dalam gugatannya, BPN dinilai menutupi informasi publik karena menolak memberikan dokumen HGU dan peta HGU milik perusahaan perkebunan A-A.
Sengketa HGU perusahaan perkebunan A-A di Kabupaten Bengkulu Tengah ini berlangsung di ruang persidangan Komisi Informasi Publik(KIP) (24/01/2019). Dalam sidang perdananya, sebagai termohon merupakan BPN provinsi Bengkulu.
BPN digugat lantaran dianggap menutupi informasi publik karena menolak memberikan dokumen serta peta HGU milik perusahaan perkebunan A-A kepada warga. Sebelumnya warga menunggu niat baik BPN terkait permohonan mereka agar dokumen serta peta HGU A-A dapat mereka terima.
Penantian lama untuk mendapatkan jawaban dari BPN namun tak kunjung di terima warga, akhirnya melalui kuasa hukumnya kasus ini dilaporkan ke KIP Provinsi Bengkulu. BPN dianggap tidak berkaca dari kasus yang pernah terjadi di Kabupaten Seluma. dimana saat itu, BPN juga menolak memberikan Peta HGU milik salah satu perusahaan yang akhirnya berujung ke Mahkamah Agung yang gugatannya dimenangkan oleh Walhi.
“Pada tanggal 24 juli kita meminta pada BPN untuk mengeluarkan peta HGU PT A-A sehubungan dengan banyak masyarakat yang memiliki tanah dari zaman nenek moyang tapi tidak bisa disertifikatkan. Kemudian kami membuat forum penyelesaian persoalan ini. Titik awal penyelesaian ini tentu mensingkronkan dengan data yang dikeluarkan BPN dengan HGU perusahaan. Kemudian BPN tidak merespon hal tersebut.”jelas Ketua Forum Perjuangan Tanah Ulayat Benteng Marwandi (24/01/2019).
Diketahui polemik lahan HGU perusahaan dan warga dari 8 desa ini telah berlangsung lama. Aksi serta mediasi melalui Pemerintah Bengkulu Tengah telah dilakukan agar sengketa ini bisa selesai. namun langkah tersebut masih menemui jalan buntu. (hdn)
Komentar Facebook

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *