Diduga Cabuli Gadis 17 Tahun, Oknum Kades Ditahan Polisi

Juli 29, 2019
Featured Hukum dan Kriminal 0   156 views 0
Pemeriksaan

Polisi sedang memriksa sang oknum kades (Foto: Hendry/PROGRES BENTENG)

PROGRES. ID, BENTENG – Oknum Kepala Desa (Kades) di Kecamatan Talang Empat Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) berinisial AS harus berurusan dengan pihak kepolisian lantaran diduga melakukan perbuatan asusila terhadap remaja putri berusia 17 tahun, Kuntum (bukan nama sebenarnya).

Kejadian ini diduga terjadi pada Kamis (25/7/2019) sekira pukul 20.00 WIB di kantor desa setempat.

Kronologis kejadian, bermula saat Kuntum meminta surat keterangan tidak mampu untuk dilampirkan sebagai syarat mendapat subsidi biaya pendaftaran masuk sekolah ke rumah sang kades sekitar pukul 20.15 WIB

Sang Kades kemudian mengajaknya ke kantor desa untuk mengambil blanko surat tersebut. Di kantor desa, Kuntum mulai merasa gelisah karena sang kades mulai mencolek tubuhnya. Karena takut, Kuntum akhirnya menjemput Mawar untuk menemaninya sembari kades menyelesaikan surat yang diminta. Namun, oknum kades kembali berulah dengan melakukan aksi yang sama. Sampai akhirnya keduanya memutuskan pulang dan dalam keadaan menangis Kuntum dan Mawar tiba di rumah.

Melihat anaknya menangis, sang ibu SR lantas menanyakan perihal yang membuat anaknya menangis. Kuntum sempat tak ingin memberikan keterangan apapun, sampai akhirnya Mawar menceritakan hal yang terjadi kepada SR. Kaget mendengar cerita Mawar, pihak keluarga mengambil keputusan untuk melaporkan kejadian tersebut ke kepolisian.

Karena tidak senang atas perbuatan tersebut korban melaporkan kejadian tersebut untuk diproses secara hukum ke Polsek Talang Empat pada, Sabtu (27/7/2019).

Kapolres Bengkulu Utara, Ariefaldi Warganegara melalui Kapolsek Talang Empat Iptu Ahmad Khairuman membenarkan laporan tersebut. Ia berujar, sang oknum kades sudah ditetapkan sebagai tersangka. Sang Kades pun telah diamankan pada Senin, (29/07/2019) sekira Pukul 17.00 WIB.

“Sore tadi telah ditangkap dan diamankan selama 1x 24 Jam, terhitung sejak tanggal 29 Juli 2019 di Rutan Polsek Talang Empat,” kata Ahmad.

Tersangka dijerat Pasal 82 ayat 1 jo Pasal 76E UU RI Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman minimal 5 Tahun dan maksimal 15 Tahun.(hdn)

Komentar Facebook

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *