Diduga Kelelahan, Mahasiswi IAIN Bengkulu Meninggal Dunia Saat Diksar Mapala

Oktober 23, 2019
Featured Peristiwa 0   6.7K views 0
Korban meninggal dunia

Korban saat dievakuasi menuju Desa Rindu Hati dan langsung dibawa ke RSUD Benteng (Foto: Istimewa/PROGRES BENTENG)

BENTENG, PROGRES.ID – Salah seorang mahasiswi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bengkulu meninggal dunia saat mengikuti kegitan Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) di kawasan perkemahan alam Desa Rindu Hati Kecamatan Taba Penanjung, Bengkulu Tengah (Benteng) pada Selasa (22/10/2019).

Mahasiwi bernama Nurul Hidayah yang diketahui merupakan warga Kota Bengkulu itu diduga meninggal dunia karena kelelahan.

“Korban mengikuti long-march dari pukul 09.00 sampai sekira jam 18.30 dengan melakukan pendakian ke lokasi hutan. Kemudian saat dia ini ikut long-march tiba-tiba kejang dan pingsan. Panitia yang tahu saat itu langsung memberikan penanganan pada korban di camp, namun tidak berhasil, terus sekitar pukul 22.00 korban dibawa ke pemukiman Desa Rindu Hati lalu dilarikan ke rumah sakit Bengkulu Tengah,” jelas Kapolsek Taba Penanjung Iptu Jumipan Azhari, Rabu (23/10/2019).

Tim medis RSUD Benteng, lanjut Jumipan, melakukan visum terhadap tubuh korban dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.

“Berdasarkan visum et revertum RUSD Benteng tidak ditemukan unsur kekerasan di tubuh korban, sejauh ini diduga korban meninggal murni karena faktor kelelahan,” jelasnya.

Polsek Taba Penanjung menyayangkan panitia Mapala IAIN belum menyampaikan laporan dan terkesan menangani peristiwa itu sendiri.

“Kami akan melakukan penyelidikan dan akan memanggil pihak panitia pelaksana untuk dimintai keterangan. Kami akan mintai keterangan sejauh mana standard operasional prosedur-nya hingga bisa ada yang kelelahan seperti itu,” tandas Jumipan.(hdn)

Komentar Facebook

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *