Amankan Mediasi, 2 Anggota Polisi di Benteng Kena Tusuk

Juni 14, 2019
Featured Hukum dan Kriminal 0   342 views 0
Anggota Polres BU terluka

Dua anggota Kepolisian terluka akibat serangan warga (Foto: Hendry/PROGRES.ID)

PROGRES.ID, BENTENG – Kerusuhan terjadi di kantor camat Pagar Jati Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) antara warga setempat dengan pihak Kepolisian pada Jumat (14/6/2019) malam. Saat itu polisi dari Polres Bengkulu Utara sedang mengamankan mediasi antara warga dan keluarga Kepala Desa Taba Renah.

Akibat kerusuhan tersebut, 2 anggota Kepolisian terluka di bagian tangan dan paha yang diduga akibat kena tusuk. saat ini anggota Kepolisian yang menjadi korban penusukan sudah dilarikan ke Rumah Sakit Rafflesia Bengkulu. Sementara terduga pelaku sudah diamankan polisi.  Terduga pelaku belakangan diketahui berinisial Ar, Ti, Er. Ketiganya masih satu keluarga.

Camat Pagar Jati, Dailani Sabirin membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia mengatakan, kerusuhan itu sudah ditangani Kepolisian.

“Kejadian tersebut terjadi pada malam hari, karena terduga pelaku tidak terima ditangkap sehingga ia melakukan perlawanan,” terang Dailani.

Ia menjelaskan, kejadian itu terjadi di dalam kantor camat. Ia mengaku tak tahu banyak hingga keributan terjadi hingga membuat dua anggota Kepolisian terkena tusukan.

“Kejadian di sini (Dalam kantor camat). Waktu itu sudah ada wakil bupati serta anggota kepolisian, kejadian persisnya saya tidak tahu karena pada saat itu saya tidak melihat,” imbuhnya.

Sementara itu, Kabag Ops Polres Bengkulu Utara AKP Januri Sutirto mengaku saat ini pelaku sudah diamankan termasuk barang bukti pisau dan parang milik terduga pelaku.

Kabag Ops Polres BU saat diwawancarai jurnalis (Foto: Hendry Dunan/PROGRES BENTENG)

“Jadi setelah kita pelajari dan mengumpulkan dari berbagai sumber dan kita pelajari, ada semacam keinginan saudara Er mau menjadi Kades. Ambisi tersebut dimanfaatkan bagaimana caranya seorang Kepala Desa Taba Renah ini bisa turun karenanya dia (Er). Makanya dia membuat semacam isu bahwasanya oknum kades ini telah melakukan perbuatan asusila. Karena tidak terbukti, ia emosi dan melakukan pemukulan beduk dengan membuat pengumuman hingga diputuskan agar dimediasi oleh pihak kecamatan. Sudah dilakukan upaya mediasi oleh camat dan Kapolsek tentang permasalahan itu. Namun mereka tetap ngotot agar kades tersebut diberhentikan. Hingga akhirnya untuk mengantisipasi tindakan anarkis yang dilakukan keluarga Er dan keluarganya, kami dari Polres mengirimkan dua pleton personil. Tapi upaya yang sudah kita lakukan secara persuasif tidak juga digubris. Akhirnya kita melakukan upaya paksa yang menyebabkan dua anggota kita Bripda Ancha dan Bripda Reyvaldo mengalami luka tusuk dan sabetan yang dilakukan pelaku,” jelasnya.

Diketahui hingga berita ini diterbitkan kawasan di Kecamatan Pagar Jati masih dijaga aparat kepolisian. (hdn)

Komentar Facebook

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *