PTUN Menangkan Gugatan Kades Taba Terunjam

Mei 9, 2018
Featured Pemerintahan 0   24 views 0

PROGRES.ID,BENGKULU TENGAH– Langkah Mantan Kepala Desa(Kades) Taba Terunjam Kecamatan Talang Empat Bengkulu Tengah(Benteng) Hartanto, melawan keputusan pemerintah Bengkulu Tengah ternyata tak sia-sia. Selasa(08/05/2018) sidang di Pengadilan Tata Usaha Negara(PTUN) memenangkan gugatan dari mantan Kades Taba Terunjam.

Majelis Hakim PTUN memutuskan Menang karena semua gugatan yang di ajukan Hartanto telah memenuhi aturan, keputusan tersebut berbanding terbalik dengan keputusan yang selama ini di lakukan pihak Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah yang telah memberhentikan Hartanto dari jabatannya karena di anggap melanggar aturan.

Atas kemenangan di PTUN Bengkulu, Hartanto meminta pihak pemerintah mencabut dan membatalkan SK pemberhentian atas dirinya dan menghukum pemerintah Bengkulu Tengah dengan membayar kerugian atas di keluarkannya SK pemberhentian serta meminta Pemkab Benteng mengembalikan nama baiknya di media massa.

Baca :Minta Perhatian Pemda Bengkulu Tengah, Warga Desa Taba Terunjam Gelar Demo

menurut Hartanto, semua permintaan tersebut sudah di cantumkan dalam Surat keputusan PTUN Bengkulu,

” Semua permintaan saya itu seluruhnya sudah tercantum dalam surat keputusan pengadilan, nanti akan saya perlihatkan kalau surat keputusan tersebut sudah saya pegang,” terang Hartanto (08/05/2018).

Di Ketahui polemik yang terjadi di Desa Taba Terunjam ini mencuat cukup lama, Kepala Desa Hartanto di anggap melanggar aturan karena telah memberhentikan perangkat lama tanpa berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah. Selain itu Kades juga di tuding telah memotong honor para perangkat yang telah dia berhentikan, atas kondisi tersebut pihak Pemerintah memutuskan untuk memberhentikan sang kades dari jabatanya.

Sementara menurut Kades keputusan yang ia buat telah berdasar, pejabat lama ia berhentikan karena SK yang mereka pegang saat itu dianggap cacat hukum, karena terdapat 2(dua) SK yang sudah habis masa jabatannya. Selain itu, SK tersebut di keluarkan oleh Pjs Kades saat itu. Atas polemik tersebutlah akhirnya Hartanto mengajukan gugatan ke PTUN Bengkulu dengan di dampingi pengacara Yuliswan.(Hdn)

Komentar Facebook

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *