Lantaran PT Bio Tolak Beli Sortiran Buah Sawitnya, Warga Ini Blokir Jalan

Februari 20, 2018
Featured Hukum dan Kriminal 0   130 views 0

PROGRES.ID, BENTENG – Lantaran tidak terima buah sawit yang ingin dijual ke PT Bio Nusantara Teknologi ditolak, jalan menuju ke perusahaan Crude Palm Oil (CPO) tersebut diblokir warga sekira pukul 16.00 WIB Senin sore (20/02/2018).

Akibat aksi tersebut, keluar masuk kendaraan angkutan milik perusahaan itu lumpuh.

Menurut warga, aksi pemblokiran tersebut diduga diawali salah seorang warga bernama Ismail alias Upik geram karena buah sawit sortiran yang ingin dijualnya ditolak oleh pihak perusahaan.

Comodity Development PT BIO, Ramsan mengaku bingung mengapa oknum warga bernama Ismail itu memortal jalan. Ramsan juga membenarkan jika perusahaan menolak membeli tandan buah segar (TBS) sawit yang dibawa Ismail ke pabrik.

“Mengapa kami tolak? karena itu buah yang sudah kita sortir terus dia mau masukkan lagi ke pabrik, makanya kita tolak. Kita kan punya standar buah yang seluruhnya diikuti oleh pemasok lain,” tegas Ramsan.

Atas pemblokiran jalan itu, Ramsan mengaku sudah melaporkan hal ini ke Polda Bengkulu. Saat ini kasus tersebut tengah ditindaklanjuti oleh Polda Bengkulu.

Aksi pemblokiran jalan ini merupakan kali ketiga dalam kurun waktu 2017 dan tahun 2018 ini.

Versi pihak perusahaan, jalan yang diblokir itu bukan tanah pribadi Ismail, melainkan jalan umum yang sudah ada sejak tahun 1989. Hanya saja pemblokiran jalan tersebut dilakukan persis di depan rumahnya. Melalui kesepekatan bersama warga, akhirnya jalan itu dibangun dan dirawat oleh PT Bio.

Terpisah, keluarga Ismail mengklaim jalan tersebut merupakan hak milik mereka yang belum pernah mereka serahkan kepada pihak perusahaan.

“Pemortalan jalan ini hanya berlaku bagi pihak perusahaan saja, bukan untuk masyarakat. Kalau masyarakat silakan lewat,” tegas Upik.(hdn)

Perkembangan Covid-19 di Provinsi Bengkulu

TOTAL POSITIF

1.750

ORANG

Positif

TOTAL SEMBUH

1.342

ORANG

Positif

TOTAL MENINGGAL

77

ORANG

Positif

Sumber Data: Kementerian Kesehatan & JHU melalui API Kawal Corona Baca disini untuk pasang di WordPress

Komentar Facebook

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *