Inspektorat Benteng: Tudingan Asusila ke Kades Jayakarta Tak Terbukti

Februari 28, 2018
Featured Hukum dan Kriminal 0   119 views 0

PROGRES.ID, BENTENG – Kasus dugaan asusila yang ditudingkan terhadap Kades Jayakarta, Agus akhirnya resmi dihentikan. Ini setelah kasus yang hampir sebulan lalu dilaporkan warga dan BPD itu diputuskan tidak terbukti berdasarkan penelusuran Inspektorat Bengkulu Tengah (Benteng).

Putusan Inspektorat juga menginstruksikan camat Talang Empat supaya melakukan pembinaan terhadap perangkat desa, termasuk BPD dan masyarakat.

Camat Talang Empat Samsul Bahri mengatakan, pihaknya telah memanggil pihak pelapor dam terlapor untuk mendengar pembacaan putusan Inspektorat itu.

camat jayakarta

Pembacaan putusan Inspektorat soal Kades Jayakarta di Kantor Camat Jayakarta | Foto: Hendry/PROGRES BENTENG

“Hari ini (Rabu, 28/02/2018) semua yang terkait telah kita panggil agar apa yang telah direkomendasikan oleh Inspektorat dapat didengar bersama. Saya harap kasus ini tidak berlarut-larut dan bisa sama-sama dijadikan pembelajaran saja,” kata Samsul.

BPD Kecewa Putusan Inspektorat

BPD Jayakarta menilai putusan Inspektorat tidak sesuai dengan apa yang diharapkan masyarakat.

“Kami di sini hanya menyampaikan apa yang diinginkan masyarakat, jujur saja, hasil yang kami dengar hari ini sangat tidak memuaskan karena jauh dari keinginan masyakat. Kalau memang tidak terbukti, lalu bukti apa lagi yang masyarakat sampaikan atas kelakuan Agus. Kalau seperti ini biarlah kasus ini kami serahkan ke masyarakat saja,” jelas ketua BPD Jayakarta, Mulyadi.

Sekedar mengingatkan, sebelumnya warga dan BPD Jayakarta melaporkan sang kades karena diduga telah berselingkuh dengan istri Sekdes. Dugaan perbuatan keduanya itu kemusian diketahui oleh sang Sekdes sesaat setelah ia pulang ke rumahnya. Pada saat itu keduanya kedapatan tengah berduaan di dalam rumah yang diduga telah terjadi hal yang tidak terpuji.

Mendapati hal tersebut, Sang sekdes menceritakannya kepada anggota BPD dan meminta pendapat tokoh masyarakat. Akhirnya informasi tersebut berkembang hingga warga menuntut kades melakukan cuci kampung dan diminta mundur dari jabatannya.(hdn)

Komentar Facebook

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *