Harga Sawit Turun, Antrian Penjual Sawit di CPO Mengular

95
Komisi II saat lakukan sidak ke perusahaan CPO/foto: Dunan/PROGRES.ID

PROGRES.ID,BENTENG– Antrian panjang kendaraan pengangkut sawit terus mengular sejak beberapa minggu terakhir. Fenomena tahunan ini dampak dari turun nya harga sawit di tingkat petani yang saat ini dihargai Rp.500,00 perkilogramnya.

Komisi II DPRD Bengkulu Tengah(Benteng) mengakui fenomena ini terjadi bukan karena faktor di tingkat dunia saja. Berdasarkan laporan serta hasil sidak di salah satu perusahaan CPO mereka menemukan adanya unsur kelemahan di tingkat pengawasan oleh Pemerintah Daerah. Apalagi belakangan harga pembelian di tingkat pabrik cenderung turun di saat kondisi penjualan sawit sedang mengalami peningkatan. Seperti Harga Eceran Terendah (HET) Provinsi Bengkulu sebesar Rp.1.300,00 ditingkat pabrik ternyata hanya dihargai Rp.1.050,00 sampai 1.100 rupiah saja. Angka tersebut otomatis berdampak dengan harga sawit di tingkat petani.

Ketua komisi II DPRD Benteng Marlon Purba Mengaku di PT.Bio Nusantara mereka menemukan adanya pengurangan produksi yang dilakukan pihak perusahaan saat ini. Dari 900 ton saat ini menjadi 700 ton perhari. Dikatakan Marlon pengurangan produksi di saat ini otomatis ikut menjadi pengaruh besar terhadap menumpuk nya penjualan TBS setiap harinya.

” Kita harap semua elemen dapat memikirkan kondisi ini, baik pihak perusahaan maupun Pemerintah Daerah. Jangan sampai gara-gara kondisi ini masyarakat merasa dirugikan dan pihak perusahaan jangan selalu mementingkan keuntungan mereka saja,” harap Marlon Purba (02/07/2018).

Rencananya pihak DPRD Benteng akan melanjutkan pembahasan tersebut ke Pemerintah Daerah. Agar pada tahun – tahun berikutnya kejadian serupa tak terulang.(hdn)

Komentar Facebook

Warning: A non-numeric value encountered in /home/progresi/public_html/benteng/wp-content/themes/newsprogres/includes/wp_booster/td_block.php on line 308

LEAVE A REPLY