Porak Poranda, Ini Desa yang Paling Terdampak Banjir Bandang

Mei 3, 2019
Featured Lingkungan 0   211 views 0

PROGRES.ID, BENTENG – Musibah banjir dan tanah longsor Sabtu lalu (27/04/2019) telah membuat sejumlah bangunan, infrastruktur dan lahan persawahan serta pèrkebunan rusak. Berbagai kunjungan maupun bantuan terus mengalir ke sejumlah kawasan di Bengkulu Tengah (Benteng).

Namun ada satu desa yang paling terdampak oleh bencana tersebut. Ialah Desa Genting Kecamatan Bang Haji. Desa yang dihuni lebih kurang 170 kepala keluarga ini porak poranda diterjang banjir bandang hingga membuat aliran listrik terputus, termasuk jalan masuk ke desa itu tertimbun longsor.

Lebih dari 5 hari pasca diterjang banjir bandang warga terisolir. Tak ada bantuan yang bisa mampir ke kawasan ini.

Sedikitnya puluhan rumah hancur, sekolah beserta perangkatnya tak bisa lagi difungsikan. Bahkan sebagian warga terpaksa tinggal di tenda-tenda pengungsian yang awalnya hanya dibangun seadanya oleh warga setempat.

Pemerintah Daerah masih butuh waktu untuk bisa menembus lokasi tersebut. Tebalnya material longsor yang menutupi badan jalan membuat seluruh kendaraan tak bisa masuk ke desa tersebut. Namun saat ini setelah alat berat tiba di sana akses jalan sudah mulai bisa diakses. Sejumlah relawan seperti mahasiswa terlihat sudah membantu melakukan evakuasi terhadap material lumpur yang tebalnya mencapai 1 meter lebih. Bantuan sembako juga sudah mulai tertuju ke desa ini.

Menurut warga, hantaman banjir bandang banyak membuat rumah mereka rusak dan tak bisa lagi ditempati. Krisis air bersih telah mereka rasakan sebelum bantuan tiba.

“Rasa kiamat kami di sini, komunikasi terputus, pakaian hanya tersisa di badan, bahkan hingga kini masih ingat dalam benak kami kejadian itu,” ungkap Asma warga Desa Genting.

Data Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Benteng menyebutkan, sebanyak 9 unit gedung sekolah di daerah itu terdampak langsung akibat banjir dan tanah longsor. Sekolah terpaksa diliburkan karena kondisi sekolah tak bisa difungsikan akibat terbungkus lumpur.(hdn)

Komentar Facebook

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *