2 Tahun Berjalan, Asuransi Usahatani Padi Sepi Peminat

Januari 9, 2019
Featured 0   178 views 0

PROGRES.ID, BENTENG – Kendati sudah dua tahun berjalan, Asuransi Usahatani Padi di Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) minim peminat. Diduga minimnya peminat ini akibat kurangnya pemahaman para petani akan program yang ada pada asuransi tersebut.

Kepala Bidang (Kabid) Perencanaan dan Prasarana Dinas Pertanian Benteng Hendra Putra Kelana mengatakan, program asuransi usahatani padi sebenarnya sudah ada sejak tahun 2017, namun sejak disosialisasikan oleh Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bengkulu kepada Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian di setiap kabupaten, baru tahun ini ada minat dari para petani.

Setidaknya saat ini sudah ada 6 kelompok tani yang mulai mendaftar menjadi peserta asuransi. Padahal menjadi peserta asuransi usahatani padi, diakui Hendra sangat bermanfaat bagi petani yang kawasannya rentan bencana dan serangan hama.

“Asuransi ini sudah dua tahun berjalan, kami juga sudah menyosialisasikan ke petani, hanya saja petani masih banyak mengira kalau asuransi ini sama dengan asuransi lainnya, makanya mereka kurang berminat. Tapi tahun ini sudah ada beberapa kelompok tani yang datang untuk menjadi mendaftar menjadi peserta,” katanya.

Asuransi usahatani padi atau A-U-T-P merupakan program pemerintah pusat. Melalui asuransi tersebut, petani bisa mendapat ganti rugi bila usaha taninya gagal panen, akibat banjir/kekeringan atau serangan hama. Asuransi tersebut juga mewajibkan para petani membayar premi sebesar Rp 36 ribu per hektar, dan bersedia mengikuti rekomendasi teknis usahatani yang baik.(hdn)

Komentar Facebook

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *