Tudingan Asusila Kades Jayakarta, Sekda: Hati-hati, Saksi Bisa Jadi Tersangka

137
Gelar perkara
Suasana rapat gelar perkara di Kantor Bupati Benteng terkait kasus dugaan asusila Kades Jayakarta | Foto: Hendri Dunan/PROGRES BENTENG

PROGRES.ID, BENTENG – Sekretaris Daerah Bengkulu Tengah (Benteng) Muzakir Hamidi mengatakan dugaan asusila yang ditujukan kepada Kades Jayakarta Agus Siswanto tidak bisa dibuktikan. Bahkan menurut Muzakir, surat pernyataan sang kades tidak bisa dijadikan sebagai bukti memberhentikan kades. Ia pun meminta saksi yang mendesak masalah ini untuk berhati-hati, karena bisa saja berbalik menjadi tersangka.

“Karena tidak terbukti, maka kepada masyarakat harus terima kalau kasus yang ini kita stop. Namun kalau tidak terima masyarakat silakan membawa kasus ini ke ranah hukum. Di sini kades memang tidak kita berikan hak untuk berbicara karena memang ia sebagai tersangka pasti akan membela diri, dan perlu saya sampaikan jika kasus ini tidak terbukti bisa saja nanti saksi bisa jadi tersangka, maka saya minta harus berhati- hati,” tegas Muzakir pada gelar perkara terkait kasus tersebut Senin Pagi (05/03/2018).

Pada rapat gelar perkara yang menghadirkan puluhan warga, Badan Permusyawartan Desa (BPD), Ketua Badan Musyawarah Adat (BMA) desa termasuk Kades Jayakarta itu tidak dihadiri Sekdes dan istrinya.

BPD Bersikeras Pengakuan Sekdes Bukti Kuat

Meski dalam gelar perkara itu disebut tidak terbukti, BPD Jayakarta tetap tidak menerima hasil keputusan itu. BPD dan sejumlah masyarakat membeberkan terkait pengakuan sang Sekdes sebelum dugaan asusila itu mencuat.

BPD meminta Sekdes dan istrinya bisa dihadirkan dalam gelar perkara yang berlangsung di ruang rapat Bupati Benteng tersebut. BPD menuding ketidakhadiran Sekdes dan istri sebagai pelaku yang dipolemikan telah ada unsur kesengajaan dan dinilai membuat kabar palsu.

“Kami tetap tidak terima dengan keputusan ini, kalau memang surat pernyataan sang kades dan pernyataan masyarakat tidak cukup bukti, maka kami akan balik mempertanyakan kepada sekdes yang telah membuat cerita palsu hingga menimbulkan keresahan masyarakat,” ungkap salah seorang anggota BPD Jayakarta, Kartini.

Ketua Adat: Kades Hanya Malakukan Pelanggaran Etika

Menariknya, dalam gelar perkara itu, Ketua BMA Jayakarta yang ikut hadir mengklaim kalau yang dilakukan Agus Siswanto hanya masalah biasa saja dan tidak seharusnya dibesar-besarkan.

“Apa yang dilakukan kades ini sebenarnya masalah biasa. Apalagi antara kades dan sekdes itu masih ada hubungan keluarga, jadi soal biasalah dia masuk dan keluar rumah sekdes”, ungkapnya.

Diketahui, dalam gelar perkara terkait kasus dugaan asusila yang dilakukan Kades Jayakarta Agus Siswanto ditutup dan Pemkab Benteng mengembalikan proses ini kepada warga Desa Jayakarta.(hdn)

Komentar Facebook

Warning: A non-numeric value encountered in /home/progresi/public_html/benteng/wp-content/themes/newsprogres/includes/wp_booster/td_block.php on line 308

LEAVE A REPLY