Saat Berburu Babi, Warga Padang Tambak Diserang Beruang

213
beruang madu
Beruang madu | Foto: www.beruangmadu.org

PROGRES.ID, BENTENG – Salah seorang warga Desa Padang Tambak Kecamatan Karang Tinggi Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) bernama Angga Beni Saputra (22 Tahun) diserang seekor beruang madu dewasa. Akibatnya, ia mengalami luka robek di kaki kanannya hingga ia harus dilarikan ke Rumah Sakit umum Daerah (RSUD) Bengkulu Tengah. Sedikitnya 6 jahitan harus dijalaninya pada tiga titik luka di kaki kanannya.

Awal kejadian, korban bersama 8 orang temannya pergi berburu babi di kawasan perkebunan sawit Desa padang Tambak dekat perbatasan Desa Durian Demang. Setiba di lokasi persiapan berburu sudah disiapkan, namun nahas, saat bersamaan muncul seekor beruang seukuran anak sapi yang langsung mengejar Angga yang saat itu paling dekat dengan sang beruang.

Meski sudah mencoba menyelamatkan diri dengan memanjat pohon, namun langkah Angga berhasil dihentikan dengan beruang hingga ia terjatuh. Beruntung kawanan anjing yang ada di lokasi berhasil mengusir beruang hingga Angga bisa diselamatkan.

“Kami sudah sering berburu, tapi belum pernah bertemu langsung dengan beruang, tapi kalau melihat dari kejauhan ada sekitar sebulan yang lalu. Kalau diserangnya baru inilah,” ujar Angga.

Mendapati ada korban akibat diserang beruang petugas dari Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Bengkulu langsung terjun ke rumah korban untuk mengetahui secara pasti kronologis kejadian tersebut.

Beruang serang warga
Kaki Angga terpaksa dijahit akibat serangan beruang | Foto: Hendry/PROGRES BENTENG

BKSDA Provinsi Bengkulu berencana akan terjun ke lokasi Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan berencana akan mengevakuasi beruang tersebut agar terhindar dari perburuan warga.

“Hari ini (Sabtu, 27/01/2018) kita baru memastikan apakah benar di Padang Tambak ada itu ada kehidupan beruang. Kami baru akan meninjau TKP besok (Minggu, 28/01/2018). Kami menduga beruang terusik karena sedang memiliki anak yang masih kecil. Makanya kita upayakan dievakuasi. Kita laporkan dulu sama atasan. Nanti tergantung atasan mau bagaimana,” jelas Petugas Pengamanan Hutan BKSDA Provinsi Bengkulu, Reno Asnawi.(hdn)

Komentar Facebook

Warning: A non-numeric value encountered in /home/progresi/public_html/benteng/wp-content/themes/newsprogres/includes/wp_booster/td_block.php on line 308

LEAVE A REPLY