Lampu Teplok Picu Kebakaran di Base Camp PT RAA, Kerugian Rp 248 Juta

Juli 12, 2018
Featured Peristiwa 0   91 views 0
kebakaran

Kebakaran basecamp PT RAA | Foto: Hendry/PROGRES BENTENG

PROGRES.ID,BENTENG – Bangunan base camp berukuran 32 meter x 8 meter divisi I milik PT Riau Agrindo Agung (RAA) di Desa Air Kotok, Kecamatan Pematang Tiga yang terbuat dari papan ludes dilalap si jago merah, Rabu sekira pukul 06.00 WIB. Meski tidak ada korban jiwa, namun kerugian ditaksir mencapai Rp 248 juta.

Kebakaran ini diduga karena dipicu oleh lampu teplok yang dinyalakan oleh salah seorang karyawan perusahaan perkebunan sawit tersebut. Sejak beberapa hari terakhir, base camp tersebut memang tidak mendapatkan pasokan listrik karena ada kerusakan instalasi.

Pagi itu sebelum peristiwa kebakaran terjadi, salah seorang karyawan Ernawati seperti biasa datang ke lokasi kejadian dengan maksud menuangkan minyak jenis bensin ke beberapa botol untuk dijual. Saat menuangkan bensin tersebut, Erna dibantu penerangan lampu teplok.

Setiap pagi karyawan yang akan masuk kerja memang biasa membeli bensin dengan Erna. Pada saat akan menuangkan minyak, tiba-tiba api yang berasal dari lampu teplok menyambar minyak yang sedang dituangkan.

Seketika, Ernawati kaget dan sontak langsung berlari keluar base camp dengan maksud meminta pertolongan karyawan lainnya untuk memadamkan api.

Sayangnya, api sudah lebih dulu menyambar dan membakar base camp yang berbahan kayu tersebut. Termasuk seisi base camp sudah tidak bisa diselamatkan lagi.

Kapolsek Pondok Kelapa Iptu Budimansyah membenarkan kejadian tersebut. Setelah mendapatkan informasi dari warga, anggota Polsek langsung meluncur ke lokasi untuk melakukan penyelidikan.

“Dari keterangan karyawan di sana, kuat dugaan api berasal dari lampu teplok,” ujar Budiman.

Ia mengatakan, untuk sementara seluruh karyawan kembali ke desa masing-masing sebelum adanya perbaikan base camp yang baru. Selain itu, kawasan tersebut sudah dipasang garis polisi.

“Kami imbau untuk lebih berhati-hati dalam melakukan kegiatan, agar hal ini tidak terulang kembali,” demikian Budiman.(hdn)

Komentar Facebook

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *