Buruh Babi Ancam Keselamatan Jiwa, Tomas: Perlu Ada Protap

130
Karneli
BJ Karneli | Foto: Hendri D/PROGRES BENTENG

PROGRES.ID, BENTENG – Tokoh masyarakat (Tomas) Benteng, BJ Karneli meminta Pemkab Benteng menerbitkan regulasi yang mengatur tentang perburuan di wilayah Kabupaten Benteng. Ini menyusul adanya korban jiwa yang diduga akibat imbas perburuan babi hutan. Ia juga meminta para pemburu agar memikirkan prosedur tetap (protap) agar aktifitas mereka tidak mengancam keselamatan jiwa warga.

“Kami harap para pemburu memikirkan keselamatan warga di sekitar lokasi pemburuan. Ini sudah beberapa kali menelan korban, pemerintah daerah juga seharusnya tidak tinggal diam. Bila perlu buat regulasi tentang perburuan babi, bisa Perbup atau Perda sekalian. Dalam tempo dekat yang bisa dilakukan minimal camatlah mengumpulkan para pemburu babi untuk mengantisipasi agar korban tidak terus berjatuhan,” jelas Karneli.

Di Benteng, lanjutnya, dalam kurun waktu 6 bulan terakhir tercatat sudah 2 korban jiwa akibat serangan babi yang diduga imbas dari kejaran para pemburu.

Perburuan babi di kawasan Benteng saat ini terus diminati. Tak hanya pemburu dari Benteng, dari Kabupaten/Kota tetangga seperti Kepahiang dan Kota Bengkulu ikut berburu di kawasan ini. Terlebih lagi, adanya tempat penampungan babi di Desa Sidodadi Kecamatan Pondok Kelapa diduga menambah minat pemburu untuk berburu.(hdn)

Berikut nama korban jiwa yang diduga diserang babi akibat perburuan warga:

  1. Bahari (72 Tahun) warga Tanjung Heran, putus tangan diseruduk babi saat tengah berada di lokasi sawah miliknya.
  2. Zaleha (81 Tahun) diduga meninggal karena diseruduk babi di belakang rumahnya sendiri hingga usus perutnya terburai.
Komentar Facebook

Warning: A non-numeric value encountered in /home/progresi/public_html/benteng/wp-content/themes/newsprogres/includes/wp_booster/td_block.php on line 308

LEAVE A REPLY