Dua Laporan Dugaan Politik Uang Dinilai Tak Penuhi Unsur

225
Ketua Panwas Kabupaten Benteng, Khaidir | Foto :Hendri/PROGRES BENTENG/

PROGRES.ID, BENTENG – Panwaslu Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) memutuskan untuk menghentikan seluruh laporan dugaan praktik politik uang (money politic) yang masuk menjelang hari pencoblosan 15 Februari lalu.

Ketua Panwaslu Benteng Haidir mengaku sedikitnya ada dua laporan yang masuk ke Panwaslu. Berdasarkan kajian dari Panwaslu dan Gakumdu, kasus tersebut  dinyatakan tidak memenuhi money politic.

“Kita sudah melakukan kajian bersama Gakumdu dan diputuskan kedua kasus yang masuk tidak dapat ditingkatkan ke tahap penyidikan, dan saat ini sudah dihentikan,” jelas Haidir.

Panwaslu Benteng
Ketua Panwaslu Benteng, Khaidir saat diwawancarai jurnalis | Foto Dok: Hendry /PROGRES BENTENG

Diketahui, kedua kasus tersebut mencuat setelah warga di Desa Pasar Pedati Kecamatan Pondok Kelapa melapor telah menerima uang dari salah satu calon sebesar Rp 100 Ribu kepada tim nomor 3, M Sabri-Naspian. Kasus itu pun langsung dilaporkan ke Panwaslu, namun kasus dihentikan oleh Panwaslu karena sang terlapor tidak ditemukan alias melarikan diri.

Selain kasus tersebut, dua unit mobil juga diamankan dari Desa Kelindang dan Desa Lubuk Unen usai ditangkap warga karena dianggap melakukan praktik politik uang. Setelah dilakukan kajian oleh Panwaslu dan Gakumdu, kasus ini juga di hentikan karena dianggap tidak memenuhi unsur.(hdn)

Komentar Facebook

LEAVE A REPLY