Warga Desa Karang Are Bersedih, Bidan Desa Ditemukan Sudah Tak Bernyawa

329
Kondisi Bidan Dea Karang Are saat ditemukan Warga dikamarnya/progres.id/Dunan

PROGRES.ID,BENTENG,- Warga Desa Karang Are Kecamatan Pagar Jati Bengkulu Tengah(Benteng) Heboh, pasalnya Bidan Desa di daerah itu atas nama Ryan widayanti (31) di temukan sudah terbujur kaku di kamar tidurnya, selasa(13/06) sekitar pukul 16.00 WIB.

Hal ini diketahui oleh salah seorang warga yakni Rike, ketika ia ingin berobat. Saat dipanggil beberapa kali namun tak kunjungada sahutan dari dalam rumah, warga pun curiga akhirnya ia memanggil anak korban, Kinara dan menanyakan mana ibumu. Sembari membuka pintu sang anak menjawab bahwa ibunya Pingsan, kemudian Rike masuk ke dalam rumah dan melihat korban sudah tergeletak di atas kasur dalam kamar tidurnya dan ketika di panggil korban tidak menjawab, kemudian Rike berteriak memanggil para tetangga lain.

Mendengar teriakan tersebut sontak warga berdatangan kerumah korban setelah dilihat ternyata korban sudah tak bernyawa.

” Awalnya kami tidak menyangka jika ibu bidan sudah tak bernyawa, suami korban memang sedang tidak berada dirumah saat kami tiba,” kata Rike (14/06/2017).

Diketahui Bidan Desa ini  memiliki seorang anak yang baru berumur 4 tahun dan seorang suami ES (32) yang pada saat kejadian sedang bekerja di PT. RAA. Menurut keterangan suami Korban, jika korban selama ini memang sering mengeluh sakit perut.

” Istri saya itu belakangan memang sèring mengeluh sakit perut,badan sering pegal dan nafsu makan berkurang,” jelas suami korban.

Kepala Dinas Kesehatan Bengkulu Tengah (Benteng) Dahril Mukminin/progres.id/Dunan

Sementara kepala Dinas Kesehatan Bengkulu Tengah(Benteng) Dahril Mukminin membenarkan jika korban adalah Bidan Desa Karang Are, korban juga baru saja menjadi pns dilingkungan Dinas Kesehatan.

” Korban ini diketahui belum sempat menerima gaji pertama karena baru saja di angkat tahun inilah,” ungkap Dahri.

Menurut Dahril, jika jenazah korban sempat dibawa ke Rumah Sakit Umum M.yunus Bengkulu untuk di otopsi untuk mengungkap penyebab kematian korban.

” Atas permintaan keluarga korban sudah di bawah ke rumah sakit dan infonya dari  hasil otopsi tidak di temukan tanda-tanda kekerasan dan kini jenazah korban sudah di bawa pihak keluarga ke tanah kelahirannya di Muara Enim Palembang untuk di kebumikan,” jelasnya.(hdn)

Komentar Facebook

LEAVE A REPLY