Usai Pertemuan, Uang Pungutan Penerima BSPS Bakal Dikembalikan

312
BSPS
Ilustrasi BSPS

PROGRES.ID, BENTENG – Polemik tentang dugaan pungutan liar (Pungli) terhadap dana Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI tampaknya akan segera berakhir. Pasalnya, Pemkab Bengkulu Tengah (Benteng) melalui Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (DPRKPP) Kabupaten Benteng akhirnya turun tangan menuntaskan permasalahan ini.

Pada akhirnya, para fasilitator, tokoh masyarakat serta sejumlah warga penerima bantuan dan pemasok material dipanggil di kantor DPRKPP Kabupaten Benteng pada Selasa (1/8/2017).

Dari pertemuan itu, pihak fasilitator mengaku bersedia mengembalikan uang pungutan senilai Rp 200 Ribu kepada masing-masing penerima bantuan di Desa Sunda Kelapa, Kabupaten Benteng.

“Hasil kesepakatan, tim fasilitator membantah bahwa uang yang diambil adalah pungutan liar (pungli). Pungutan itu sebagai biaya pembuatan proposal yang seharusnya memang dibuat oleh penerima manfaat (bantuan BSPS). Akan tetapi, untuk menuntaskan permasalahan ini, fasilitator akhirnya mengalah dan bersedia mengembalikan uang yang telah dipungut,” ungkap Kepala DPRKPP Kabupaten Benteng, Edy Hermansyah.

BSPS Benteng 2017
Salah satu rumah warga yang merupakan bantuan program BSPS 2017 | Foto: Hendry/PROGRES BENTENG

Dikatakan Edi, pertemuan yang dilakukan tersebut merupakan hasil dari tindak lanjut mediasi yang telah dilakukan di tingkat desa.

“Setiap pungutan yang dilakukan, apa pun namanya jelas tidak dibenarkan dan harus dikembalikan. Memberikan titik terang mengenai masalah ini, saya telah berkoordinasi dengan Camat Pondok Kelapa menggelar pertemuan dan memberikan kesempatan kepada fasilitator untuk menyampaikan klarifikasi bersama insan pers. Meskipun menemui sedikit kendala, diharapkan bedah rumah bisa berjalan dengan baik dan menyejahterakan masyarakat kurang mampu,” kata Edi.

Sementara, Kepala Desa (Kades) Sunda Kelapa, Karyo mengatakan bahwa pihaknya tak bisa memberikan keterangan secara gamblang mengenai pengembalian uang tersebut.

“Sudah dikembalikan atau belum, itu saya tidak tahu. Informasinya sih memang mau dikembalikan,” kata Karyo.

Sebelumnya, permasalahan ini mencuat setelah adanya laporan dari salah satu tokoh masyarakat Desa Sunda Kelapa, Kanedi (47) yang menyebutkan bahwa ada dugaan pungli terhadap realisasi dana BSPS tahun 2017. Dugaan pungli tersebut dilakukan oleh fasilitator dari Provinsi Bengkulu, berinisial DS.(hdn)

Komentar Facebook

LEAVE A REPLY