Giliran Pemuda Bengkulu Tengah Semarakkan GPMKS 2017

    122
    Rangkaian acara Kirab Pemuda 2017 di Bengkulu Tengah/foto:dunan/progres.di

    PROGRES.ID,BENTENG – Setelah sejumlah daerah sukses menyelenggarakan Kirab Pemuda Nusantara (KPN) 2017, tiba giliran Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) menyelenggarakan acara yang diprakarsai Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) di 34 wilayah di Kabupaten/Kota seluruh Indonesia.

    Salah satu aganda KPN adalah Gerakan Pemuda Membaca Kitab Suci (GPMKS) juga siap dilaksanakan di tempat dan waktu yang sama.

    “Karena Kabupaten Benteng akan menjadi tempat persinggahan kirab pemuda, GPMKS juga akan dilaksanakan di Kabupaten Benteng. Yakni di aula kawasan wisata Wahana Surya.” kata Asisten Deputi Peningkatan Keimanan dan Ketakwaan (IMTAK) Pemuda pada Bidang Pemberdayaan Pemuda Kemenpora RI, Drs Supadi, Rabu (15/11/2017).

    Ia mengatakan, GPMKS bertujuan memupuk kebhinnekaan di kalangan pemuda tanpa memandang suku, ras dan agama yang berbeda. GPMKS mengemban tanggung jawab besar menyatukan pemuda yang berasal dari enam agama di Indonesia untuk membacakan masing-masing kitab suci dalam satu tempat dan waktu yang sama.

    “Kegiatan ini adalah langkah awal Kementerian Pemuda dan Olahraga untuk meningkatkan partisipasi kaum muda dalam kegiatan keagamaan masing-masing,” sampainya.

    Pada bagian lain, KPN 2017 memberikan ruang bagi pemuda dari 34 provinsi dengan latar belakang keyakinan yang berbeda-beda untuk menyuarakan semangat berani bersatu di tengah kebhinekaan.

    “Ini menjadi saat yang tepat untuk menumbuhkan semangat saling menghormati di tengah perbedaan keyakinan yang ada,” terangnya.

    Supadi mengatakan, bahwa keberagaman yang dimiliki oleh Indonesia adalah suatu keistimewaan bangsa Indonesia yang harus dijaga dengan baik.

    “Keberagaman adalah takdir terbaik yang Tuhan pilihkan bagi bangsa Indonesia, maka perlu mendapatkan perhatian lebih untuk menjadikan perbedaan tersebut sebagai potensi bukan sebagai ancaman, agar kita bisa hidup rukun, harmonis dan berdampingan,” tandasnya.

    Melalui GPMKS, kata Supadi, sisi harmonis ditanamkan kepada para pemuda agar senantiasa menghormati dan memahami ajaran agama masing-masing.(hdn)

    Komentar Facebook

    LEAVE A REPLY