Kantor Bupati Bengkulu Tengah di Demo, 15 Poin Jadi Tuntutan

196
Massa SIMBT berunjuk rasa di halaman Kantor Bupati Benteng, mendapat pengawalan ketat pihak kepolisian/progres.id/Dunan

PROGRES.ID,BENTENG– Puluhan massa yang tergabung dalam Simpul Intelektual Masyarakat Bengkulu Tengah (SIMBT),hari ini (13/07/2017) lakukan aksi unjuk rasa. SIMBT sendiri terdiri dari Ormas, Okp, Lsm, Mahasiswa, Tokoh pejuang dan masyarakat Kabupaten Bengkulu Tengah. Aksi berlangsung dihalaman Kantor Bupati Bengkulu Tengah dengan pengawalan ketat pihak Kepolisian.

Dengan berorasi dan melakukan aksi teaterikal menggoreng batu dan air, aksi ini berlangsung tertib. Bertindak selaku kooordinator aksi M.Asromi, SIMBT menyampaikan 15 poin tuntutannya. Guna mejaga agar penyampaian aspirasi tersebut berjalan tertib dan damai, setidaknya sekitar 300 personel Kepolisian dari berbagai satuan disiagakan.

Pengamanan aksi ini dipimpin langsung oleh Kapolres Bengkulu Utara, AKBP Andhika Vishnu bersama-sama Dandim 0407 Kota Bengkulu Letkol Inf. Osmar Silalahi.

Berikut 15 poin yang dituntut massa SIMBT,

1. Menuntut APBD transparan untuk masyarakat

2. Tindak tegas ASN yg tidak menjalankan sesuai PP No.53

3. Menuntut Pemkab Benteng memberikan dasar hukum mutasi 8 juli

4. Menuntut Pemkab agar memberikan data aset daerah

5. Menolak tegas WTP yg diperoleh 6 kali berturut – turut

6. Segera menuntaskan pengembalian lahan 30 persen

7. Menuntut BPK untuk melaksanakan audit investigasi PDTT terhadap anggaran belanja yg   syarat korupsi 2012 hingga 2016

8. Hapuskan praktek jual beli jabatan

9.  PERDA RDTR di Bappeda yg menelan dana 400 juta, produk hukumnya tidak ada

10. Mendesak pihak DPRD, KPU, Partai segera PAW kan anggota dewan berstatus terdakwa serta stop gajinya

11. Menuntut pegawai tidak tetap putera puteri Benteng

12.  Penempatan pejabat mengutamakan putera – puteri Benteng

13. Menuntut tegas Pemkab Benteng agar tidak menindak lanjuti Perda jalan khusus batu bara

14. Berjanji menindaklajuti aksi menyampaikan ke Kejati

15. Mempertanyakan laporan kasus di Bengkulu Tengah ke Kejati

Setelah 2 jam menyampaikan aspirasinya sekitar pukul 12.00.Wib(13/07/2017) massa pun membubarkan diri. (hdn)

Komentar Facebook

LEAVE A REPLY