Jelang Idul Fitri, 2 Bulan Gaji PNS Baru di Benteng Belum Terbayarkan

140
PNS Benteng tengah Berdialog dengan Sekda Benteng/progres.id/Dunan

PROGRES.ID,BENTENG,- Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1438 H, berbagai masalah keuangan mulai bermunculan. Ratusan CPNS yang sudah diangkat menjadi PNS atau ASN di Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) mengaku jika gaji yang seharusnya di Rapel kan selama 2 bulanĀ  dari CPNS menjadi PNSĀ  belum mereka terima.

Atas kejadian tersebut, perwakilan dari ASN ini melapor ke Sekretaris Daerah(Sekda) Bengkulu Tengah Muzakir Hamidi. Dihadapan Sekda mereka mengaku bingung dengan kondisi tersebut dan meminta Sekda membantu menuntaskan keluhan mereka.

Menurut salah seorang ASN Fitrah, mereka sudah berulang kali menanyakan gaji mereka yang hilang ke Dinas Dikpora Benteng, namun hingga kini belum terealisasi dengan alasan, jika kendala tersebut terdapat pada Badan Keuangan Daerah (BKD) Benteng.

” Kami sudah tak tahu lagi harus menanyakan hak kami kemana, padahal seharusnya kan gaji tersebut sudah lama kami terima, namun faktanya hingga saat ini belum kami terima,” ungkap Fitrah dihadapan sejumlah jurnalis (14/06/2017).

Perwakilan ASN yang mempertanyakan kejelasan gaji mereka/progres.id/Dunan

Sementara itu Bendahara Dinas Dikpora Benteng Sigit, mengaku bahwa gaji mereka tersebut bukanlah hilang, melainkan memang belum bisa di cairkan dari BKD. Sedangkan pihak BKD sendiri mengaku hal ini terkait keterbatasan anggaran.

” Kita sebagai bawahan selama ini sudah mengajukan atas laporan mereka, namun selalu mentok di BKD, jadi mau gimana lagi,” jelas Bendahara Dinas Dikpora Benteng Sigit.

Diketahui ada ratusan lebih CPNS di Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) yang sudah menerima S-K PNS tahun 2014 lalu. Dalam kurun waktu pengangkatan menjadi PNS terdapat 2 bulan gaji yang belum mereka terima.

Sementara Sekda Kabupaten Benteng Muzakir Hamidi menuturkan akan berupaya menyelesasikan keterlambatan gaji bawahannya tersebut dan meminta agar semua pihak untuk bersabar.

” Kita akan tuntaskan semua masalah tersebut yang penting semua bisa bersabar, ini mungkin terjadi karena kondisi keuangan daerah yang masih minim,” tandas Sekda.(hdn)

Komentar Facebook

LEAVE A REPLY