Di Rapat PUPR Sebut 208 Ha Lahan IBP Belum Kantongi Amdal

93
Aktifitas tambang batubara | Progres.id/Dunan

PROGRES.ID, BENTENG – Sedikitnya 208 Hektare (Ha) lahan milik perusahaan batubara Inti Bara Perdana (IBP) yang masuk dalam kawasan Hutan Produksi Terbatas (HPT) hingga saat ini belum mengantongi izin Analisis Dampak Lingkungan (Amdal).

Hal tersebut terkuak saat rapat antara pihak perusahaan dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) yang digelar Selasa (12/09/2017).

Dalam rapat tertutup itu disebutkan jika perusahaan IBP telah memiliki izin pinjam pakai kawasan HPT kecamatan Taba Penanjung dengan luas mencapai 208 Hektare.

Meski telah mengantongi izin dari Kementrian Kehutanan (Kemenhut), namun perusahaan yang tersebut belum bisa beroperasi sebelum mengantongi beberapa ketentuan termasuk rekomendasi dari Dinas PUPR Benteng terkait tata ruang.

Kepala Bidang (Kabid) Perizinan dan Tata Ruang Dinas PUPR Benteng Dodi Ramadan mengatakan, sebenarnya perusahaan itu sudah tidak ada masalah, mereka kita panggil termasuk beberapa dinas yang ada hanya untuk membeberkan terkait aturan yang ada dan yang harus di penuhi pihak perusahaa, selain izin pinjam pakai dari Kemenhut.

“Hari ini kita sudah melihat izin pinjam pakai kawasan HPT yang dimiliki PT IBP dan kita dari Dinas PU Kabupaten Benteng sudah memberi rekomendasi kepada perusahaan tersebut,” katanya.

Sementara Kepala Teknik Tambang (KTT) PT IBP Erwin mengaku, operasi baru bisa dilakukan di kawasan tersebut jika semua perizinan sudah dapatkan oleh IBP.

“Saat ini kita tengah mengurus izin Amdal operasi di tingkat provinsi, setelah itu selesai baru operasi dalam kawasan HPT kita lakukan,” jelasnya.(hdn)

Komentar Facebook

LEAVE A REPLY