BPS: Penduduk Miskin di Bengkulu Tengah Kian Meningkat

263
BPS Benteng
Kantor BPS Bengkulu Tengah

PROGRES.ID, BENTENG – Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) menyebut jumlah penduduk miskin di Benteng kian meningkat sejak Tahun 2010 hingga 2015.

Pada tahun 2010, penduduk miskin di Kabupaten Benteng berjumlah 6.300. Kemudian tahun 2011 meningkat menjadi sebanyak 6.500. Tahun 2012 berjumlah 6.700, tahun 2013 sebanyak 7.600, tahun 2014 melonjak menjadi 8.750 dan tahun 2015 kembali naik menjadi 8.930.

Data yang dimiliki BPS Benteng ini diolah dengan menggunakan penimbang hasil proyeksi penduduk.

Kasi Statistik Sosial BPS Benteng, Aswien Oktavian Perdana menjelaskan, persentase penduduk miskin di Kabupaten Benteng dari tahun 2010-2015 juga meningkat dari tahun ke tahun.

“Pada tahun 2010, persentase penduduk miskin di Kabupaten Benteng 6.4 persen. Selanjutnya tahun 2011 persentasenya naik menjadi 6.49, tahun 2012 naik lagi menjadi 6.52 persen. Kemudian tahun 2013 menjadi 7.24 persen, pada tahun 2014 naik lagi jadi 8.22 persen dan tahun 2015 naik jadi 8.33 persen,” jelas Aswien.

Diterangkannya, banyak faktor penyebab kemiskinan seperti turunnya harga komoditi, naiknya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) pada tahun 2014 hingga bertambahnya jumlah penduduk.

“Untuk di Kabupaten Benteng, tahun 2010 garis kemiskinan kalau dirupiahkan berada diangka Rp 246.771. Jika di bawah itu (Rp 246.771) artinya masuk ketegori miskin,” terang Aswien.

Pada tahun 2011, garis kemiskinan di Benteng Rp 255.424. Selanjutnya tahun 2012 Rp 270.611, pada tahun 2013, 286.493, pada tahun 2014 Rp 297.163 dan tahun 2015 menjadi Rp 308.010. Data ini juga diolah dengan menggunakan penimbangan hasil proyeksi penduduk.

Sementara persentase laju pertumbuhan ekonomi dari tahun 2012-2015 di Benteng menurun. Dengan rincian pada tahun 2012 laju pertumbuhan 6.12 persen, tahun 2013 5,59 persen, tahun 2014 2541 persen dan tahun 2015 5,07 persen.

“Untuk persentase laju pertumbuhan ekonomi di Benteng, dari 2012 lalu hingga 2015 trennya menurun. Data kami ini juga diolah dengan menunggunakan penimbangan hasil proyeksi penduduk,” pungkasnya. (hdn)

Komentar Facebook

LEAVE A REPLY