Beberapa Tuntutan di Akomodir, Akses Jalan Ke PT.BIO Kembali di Buka

131
Warga membuka jalan yang diblokir usai capai kesepakatan dengan pihak perusahaan/progres.id/Dunan

PROGRES.ID,BENTENG– Sekitar pukul 14.00 Wib Kamis(20/07/2017) akses jalan menuju perusahaan CPO milik PT.Bio Nusantara Teknologi sudah kembali normal.Tumpukan kayu yang di pasang warga yang mengklaim pemilik Lahan sudah kembali dibuka. Hal ini dilakukan setelah terjadi proses mediasi yang di lakukan oleh aparat kepolisian, pemilik lahan dan pihak perusahaan.

Baca : Aksi Blokir Jalan PT Bio Nusantara, Warga Dan Polisi Nyaris Bentrok

Dalam mediasi tersebut di simpulkan jika pihak perusahaan akan mengakomodir beberapa tuntutan kedua warga yang mengklaim pemilik lahan. Diantaranya tuntutan Ismail Efendi alias Upik yakni bahwa perusahaan akan menerima permohonan suplay pakan ternak sesuai dengan standar dengan melalui mekanisme pengadaan yang berlaku di perusahaan, serta perusahaan akan mengakomodir permohonan untuk lamaran kerja dari keluarga sesuai dengan kebutuhan dan kebijakan perusahaan.

Sementara untuk tuntutan M. Sihombing di akui pihak perusahaan sulit untuk di akomodir sebelum adanya kesepakatan dalam  kelompok yang bersangkutan. Pihak perusahaan mengkhawatirkan jika tuntutan langsung di penuhi maka di khawatirkan akan terjadi keributan dalam proses pengantrian buah sawit di perusahaan.

” Paling tidak 2 minggu kita tinggu hasil keputusan rapat  di kelompok mereka, jika anggota dalam kelompok mereka setuju pak Sihombing diberi jalur khusus dan tidak harus mengantri maka akan kita kabulkan tuntutannya,” jelas Direktur PT.Bio Tjutju Herjana(20/07/2017).

Proses mediasi yang dilakuakn aparat kepolisian antara warga dan perusahaan/progres.id/Dunan

PT.BIO Akan Telusuri Kepemilikan Lahan

Setelah dalam waktu dua hari akses jalan di blokir warga, Pihak perusahaan mengaku rugi hingga milyaran rupiah. Agar hal serupa tak terulang lagi maka mereka akan menelusuri kepemilikan yang sah atas jalan tersebut hingga ke Badan Pertanahan Nasional(BPN). Menurut Tjutju, pihaknya akan terus menelusuri terkait kepemilikan jalan tersebut. Apalagi jalan itu sudah puluhan tahun di gunakan oleh perusahaan dan warga.

” Kita akan cek ke Dishub hingga ke BPN Benteng,” jelasnya.

Di akui pihak perusahaan meski pemblokiran sudah di buka, namun masalah yang terjadi belum selesai. Pihak perusahaan mengaku akan ada proses hukum yang berlanjut terkait pencemaran nama baik yang di lakukan oknum warga terhadap pimpinan perusahaan.

” Kita tetap akan  menempuh jalur hukum. Kita juga punya rekaman terkait perkataan oknum warga ini,” pungkasnya Tjutju.(hdn)

Komentar Facebook

LEAVE A REPLY