BPN Inventarisir 49,2 Hektar Lahan Warga Untuk Denzipur

177
Kantor Bupati Benteng
Kantor Bupati Bengkulu Tengah | Foto: Dok. PROGRES BENTENG

PROGRES.ID,BENTENG – Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) optimis proses pengukuran (inventarisasi) pengadaan lahan untuk Datasemen Zeni Tempur (Denzipur) dapat tuntas dengan cepat.

Setelah melakukan pengukuran awal, BPN Benteng langsung menggelar rapat teknis bersama para pemilik tanah.

Kepala Kantor BPN Kabupaten Benteng melakukan pertemuan dengan Kepala Desa (Kades) Karang Tengah dan Camat Taba Penanjung untuk menyatukan persepsi antara masyarakat dan BPN selaku pelaksana inventarisasi pengadaan lahan pembangunan Denzipur. Baik itu inventarisasi surat tanah dan atas hak ataupun inventarisasi tanam tumbuh yang berada di lahan warga hingga pengukuran bidang tanah.

“Dalam proses pengukuran nantinya, tim kami tentunya perlu didampingi oleh pemilik lahan. Hal ini diperlukan supaya ada kepastian yang jelas mengenai batas tanah milik warga,” jelas Kepala Kantor BPN Kabupaten Benteng Hesekiel Sijaba, Sabtu (26/11/2016).

Sesuai dengan ketentuan, BPN diberikan waktu untuk melakukan inventarisasi, pengukuran serta pemetaan bidang tanah selama kurun waktu 30 hari. Hanya saja, lantaran pelaksanaan kegiatan dibatasi dengan tahun anggaran (TA) 2016, pihaknya mengaku akan melakukan percepatan.

“Pengukuran akan dilakukan dengan kombinasi, baik itu menggunakan GPS dan pesawat kecil (drone). Proses pengukuran akan mulai dilakukan pada Senin (28/1/2016). Diharapkan dalam tempo 5 hari kerja pelaksanaan pengukuran dan pemetaan sudah selesai, termasuk juga pengecekan data yuridisnya,” tambahnya.

Jika memang nantinya sudah ada kesimpulan, barulah nanti kita buat berita acara kesepakatan dan disampaikan ke Pemda untuk dilakukan pembayaran ganti rugi.

“Kami harap, dalam tempo 10 hari kerja (dua minggu) atau paling lama 3 minggu kedepan, proses pembayaran ganti rugi dan pelepasan hak atas tanah selesai,” tandasnya.

Sementara itu, Kades Karang Tengah, Usman Zaini menuturkan, dari hasil pengukuran sementara oleh BPN, lahan yang sudah di blok tersebut memiliki luas 49,2 hektar milik dari 24 warga.

Sejauh ini, seluruh warga siap menghibahkan tanah dan mempersiapkan surat kepemilikan, alas hak, NPWP serta buku rekening yang diminta oleh Pemkab.(hdn)

Komentar Facebook

LEAVE A REPLY