Ketum dan Pelatih PS Benteng Kecewa, Seluruh Pemain Bakal Dipanggil

514
PS Benteng
Seorang pemain PS Benteng menginjak muka wasit pada laga melawan Persiku Kudus | Foto: Jawapos.com/PROGRES BENTENG

PROGRES.ID, BENTENG – Pelatih PS Bengkulu Tengah (PS Benteng) Muswar Baktari mengaku kecewa dan menyayangkan insiden protes 5 pemainnya hingga berujung pada aksi injak kepala wasit pada laga PS Benteng melawan Persiku Kudus di Stadion Wergu Wetan, Kudus.

”Saya sangat menyayangkan kejadian ini. Hal ini perlu menjadi bahan evaluasi pada penyelenggaraan berikutnya,” kata Muswar seperti dilansir Jawapos.com.

Pada laga itu, pertandingan dimenangi Persiku 4-0. Gol dicetak oleh Kurnia Nanda pada menit ke-30 dan 53. Dua gol lainnya berkat tendangan Irvan Fahrizal  pada menit 43 dan striker pengganti, Joko Purnomo pada menit 67.

Sementara itu, pada tulisan detikSport, Ketua Umum PS Benteng, Hendrik Alzen berpendapat sama. Ia mengaku menyayangkan insiden perlakukan kasar pemainnya terhadapa wasit Cholid, pada laga babak 16 besar Liga Nusantara itu. Hendrik pun meminta maaf atas kejadian itu dan akan memanggil seluruh pemainnya.

“Saya mohon maaf, saya tidak hadir di lapangan. Saya baru dapat laporannya kemarin dan sore ini rencananya para pemain baru akan saya kumpulkan untuk mendengar laporan utuh dari mereka. Makanya untuk saat ini saya belum bisa berkomentar banyak,” kata Hendrik yang dihubungi detikSport via sambungan telepon, Minggu (27/11/2016).

“Saya kaget (mendengar kabar itu) dan kami sangat menyayangkan kondisi tersebut. Liga Nusantara ini memang amatir tapi gengsinya lebih tinggi dari liga profesional sebenarnya,” tutur Hendrik

“Tapi saya juga harus melihat kronologisnya seperti apa, asal muasalnya, karena mereka tentu tidak berdiri sendiri, tiba-tiba. Tentu ada faktor lain, tekanan lain, atau faktor wasit dan sebagainya. Katakanlah memukul, itu juga saya dilaporkan. Tetapi saya belum mendapat laporan one by one dengan pemain. Saya belum bertemu pelatih kepala, manajer yang berangkat. Yang pasti ini kami terima semua kejadiannya yang sudah. Kami ambil pelajaran dan evaluasi,” paparnya.

Hendrik belum bisa memastikan akan memberikan sanksi atau tidak usai mendapat laporan itu.

“Ya saya belum bisa sampaikan itu (sanksi atau tidak) sekarang. Saya harus melihat kronologis secara utuh. Saya tidak akan buta bela pemain, tetapi saya juga tidak bisa bilang benar atau salah. Kami ingin melihat secara utuh, akar persoalan dimana. Karena saya yakin dengan kepengurusan PSSI yang baru, yang ingin membentuk sepakbola bermartabat dan profesional. Mari mulai bersama-sama,” tandas Hendrik.(pid)

Komentar Facebook

LEAVE A REPLY