Turun, GTT Tuntut Honor Setara UMP

235
Guru Tidak tetap
Guru tidak tetap di Benteng meminta honor mereka bisa naik sesuai UMP Bengkulu | Foto: Hendry/PROGRES BENTENG
PROGRES.ID, BENTENG – Puluhan Guru Tidak Tetap (GTT) Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) mendatangi kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Benteng, Selasa (27/12/2016).
Kedatangan mereka untuk mengawal pelaksanaan hearing antara anggota DPRD bersama pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Benteng agar tuntutan mereka berupa permintaan kenaikan gaji bisa diakomodir.
“Kedatangan kami adalah untuk mengawal pelaksanaan hearing antara pihak legislatif dan eksekutif agar gaji kami bisa dinaikkan terhitung pada tahun 2017 mendatang,” ungkap Ketua Forum GTT Kabupaten Benteng, Sebenarhati (27/12/2016)
Menurutnya, pemberian honor GTT yang disalurkan setiap tiga bulan sekali (triwulan) tersebut selalu berubah-ubah setiap tahun. Jika pada tahun 2015 lalu mereka diberi gaji sebesar Rp 750 Ribu perbulan, pada tahun 2016 ini mengalami penurunan menjadi Rp 675 per bulan.
“Saat ini gaji kami mengalami penurunan dibanding tahun 2015 lalu. Kami harap gaji kami bisa disesuaikan dengan Upah Minimum Provinsi (UMP) Bengkulu yang saat ini sebesar Rp 1,5 juta,” pintanya.
Lebih lanjut disampaikan Sebenarhati, aspirasi GTT ini telah disampaikan secara tertulis ke Pemerintah Daerah(Pemda) melalui Dinas Dikbud Kabupaten Benteng. Namun hingga kini tak kunjung diakomodir.
” Kami harap Dewan dan Dikbud bisa menyetujui aspirasi kami. Seperti halnya guru PNS, kami selalu memberikan pelajaran kepada pelajar di sekolah setiap hari. Sebab itulah, merupakan hal yang wajar jika kami mengharap ada kenaikan gaji yang akan berimbas kepada peningkatan kesejahteraan GTT,” tambahnya.
Selain itu, Sebenarhati menuturkan pihaknya juga telah berkoordinasi bersama seluruh GTT dan sepakat agar nama GTT diubah menjadi guru kontrak.
” Agar berbeda dengan yang lain, kami harap GTT diubah menjadi guru kontrak,” pungkas Sebenarhati.(hdn)
Komentar Facebook

LEAVE A REPLY