Selama 2016, KPI Catat Sudah 20 Pernikahan Dini & 25 Kasus Kekerasan Terhadap Anak

260
Antikekerasan terhadap anak
KPI menggandeng pelajar mengampanyekan gerakan antikekerasan terhadap perempuan dan anak | Foto: Hendry/PROGRES BENTENG

PROGRES.ID, BENTENG – Berdasarkan data yang dihimpun Koalisi Perempuan Indonesia (KPI), sepanjang tahun 2016 ini, tercatat sebanyak 20 kasus pernikahan dini terjadi di Kabupaten Benteng. Sedangkan, dalam satu tahun terakhir, tercatat sebanyak 25 kasus kekerasan terhadap anak ditangani KPI wilayah Bengkulu.

“Dari pendataan yang kami lakukan, pernikahan dini dan kekerasan anak masih sering terjadi di Kabupaten Benteng (kategori tinggi). Ini menimbulkan keprihatinan bagi kami, padahal Kabupaten Benteng adalah wilayah penyangga ibu kota,” jelas Ketua KPI Benteng, Jumiarti.

Jumiarti menambahkan, dalam Undang-Undang RI Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak sebenarnya sudah menegaskan bahwa kekerasan terhadap anak dapat diganjar hukuman berat. Ditambah lagi dengan disahkannya Peraturan pemerintah pengganti undang-undang (Perppu) Nomor 1 tahun 2016 tentang perlindungan anak yang memuat hukuman kebiri bagi pelaku kekerasan seksual pada anak menjadi undang-undang.

“Kita terus sosialisasikan agar angka kekerasan terhadap anak dan perempuan bisa menurun. Ini tugas kita bersama mengedukasi bahwa anak dan perempuan harus diayomi,” tandasnya.(hdn)

Komentar Facebook

LEAVE A REPLY