Ini Penyebab Suku Anak Dalam Turun ke Jalan

231
Sekelompok Suku Anak Dalam tengah di data oleh petugas Kepolisian \foto: Hendri/PROGRES BENTENG/

PROGRES.ID,BENTENG-Sebelumnya Minggu (13/11/2016) Satu keluarga yang mengaku dari Suku Anak Dalam Jambi ini melewati Kabupaten Kepahiang dan sempat menjadi perhatian warga.Namun pada hari ini (14/11/2016) ternyata kelompok suku anak dalam yang berjumlah sekitar 15 jiwa atau tepatnya 3 keluaraga ini telah sampai ke Kabupaten Benteng.

Kemunculan mereka dengan bergerombol dan membawa serta bayi dan anak-anak menjadi perhatian warga di kawasan Kecamatan Taba Penanjung Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng).Bagaimana tidak, sekelompok Suku Anak Dalam ini sempat membuat tempat peristirahatan mereka di pinggiran jalan lintas Bengkulu -Kepahiang. Dengan penampilan lusuh keluarga ini mengaku berasal dari Suku Anak Dalam Jambi.

Petugas dari Mapolsek Taba Penanjung yang tiba di lokasi langsung mendata dan meminta keterangan terkait misi kedatangan mereka tersebut.Salah satu dari kelompok ini,Jais mengaku bahwa mereka telah melakukan perjalanan selama berbulan-berbulan menyisiri jalanan hanya untuk mengemis.

“Kami tak punya uang untuk membeli makanan sementara anak-anak kami kelaparan dan kami bisa berlari tanpa ada ujungnya.(Berjalan tanpa Tujuan-Red)” ungkap  salah satu dari mereka Jais.

Menurut Jais, kebiasaan dengan berpindah-pindah seperti itu adalah tradisi dari zamam nenek moyang mereka.

“Setiap ada keluarga yang meninggal kami seluruh keturunannya harus pindah dari daerah itu, makanya kami keliling tanpa ada tujuan.Kalau di tanya pekerjaan Kami hanya mengemis dari daerah yang kami singgahi,” tandasnya.(hdn).

Komentar Facebook

LEAVE A REPLY